Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam

Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam

Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam (Foto:Pixabay/Sholikin)

Suaranusantara.com – Ibadah menyembelih hewan kurban kurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, khususnya pada Hari Raya Iduladha dan hari-hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah).

Menyembelih hewan kurban tidak hanya soal teknis, tetapi juga memiliki aturan dan tata cara yang harus diikuti agar sah dan sesuai dengan syariat.

1. Niat karena Allah SWT

Sebelum menyembelih, penting bagi penyembelih maupun pihak yang berkurban untuk meniatkan ibadah ini semata-mata karena Allah SWT, bukan karena pamer atau riya. Penyembelih bisa mengucapkan:

“Bismillāhi wallāhu akbar, Allāhumma hāżā minka wa laka. Taqabbal minnī (atau: min fulān).”
Artinya: Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar. Ya Allah, ini dari-Mu dan untuk-Mu. Terimalah dariku (atau dari fulan).

2. Memenuhi Syarat Hewan Kurban

Hewan yang sah untuk dikurbankan adalah unta, sapi, kambing, atau domba. Syaratnya:

Cukup umur:

Domba/kambing minimal 1 tahun (atau domba yang giginya sudah berganti meski belum genap 1 tahun).

Sapi minimal 2 tahun.

Unta minimal 5 tahun.

Sehat dan tidak cacat: tidak buta, pincang, sangat kurus, atau sakit.

3. Waktu Penyembelihan

Waktu menyembelih dimulai setelah salat Iduladha (10 Dzulhijjah) hingga matahari terbenam pada hari tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah). Menyembelih sebelum salat Id tidak sah sebagai kurban.

4. Alat Penyembelihan

Gunakan pisau atau alat yang tajam agar proses pemotongan cepat dan tidak menyiksa hewan.

Tidak boleh menggunakan alat tumpul atau menyembelih dengan cara yang menyakitkan.

5. Posisi dan Perlakuan terhadap Hewan
Hewan diarahkan ke kiblat.

Ditenangkan sebelum disembelih.

Tidak boleh disiksa atau ditakut-takuti.

Hewan diletakkan dalam posisi miring di sisi kiri, dan kepala menghadap kiblat.

6. Proses Penyembelihan

Sembelih dengan memotong tiga saluran utama di leher bagian depan: saluran pernapasan (hulkum), saluran makanan (mari’), dan dua urat leher (wadajain).

Ucapkan “Bismillah, Allahu Akbar” saat menyembelih.

7. Adab Setelah Penyembelihan

Pastikan hewan benar-benar mati sebelum memotong bagian tubuh lainnya.

Kulit dan daging diproses dengan baik dan bersih.

Daging kurban dibagikan kepada yang berhak: fakir miskin, kerabat, dan bisa untuk konsumsi sendiri.

8. Hal yang Perlu Dihindari

Tidak menyebut nama Allah saat menyembelih.

Menyiksa atau memperlakukan hewan dengan kasar.

Menjual bagian dari hewan kurban (termasuk kulit atau daging) dengan tujuan mencari keuntungan.

Menyembelih hewan kurban bukan hanya aktivitas fisik, tapi juga ibadah yang penuh nilai spiritual.

Oleh karena itu, pelaksanaannya harus sesuai dengan tata cara syar’i agar kurban diterima oleh Allah SWT.***

Exit mobile version