Suaranusantara.com – Virus Hanta atau Hantavirus adalah jenis virus yang dapat menyebabkan infeksi serius pada manusia. Virus ini ditularkan terutama melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi, serta menghirup partikel udara yang terkontaminasi.
Meski tergolong langka, infeksi virus ini bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.
Apa Itu Virus Hanta?
Virus ini pertama kali dikenal karena menyebabkan dua penyakit utama:
Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS): Umumnya terjadi di Amerika. Gejalanya berupa demam tinggi, kelelahan, nyeri otot, dan dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan parah.
Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS): Lebih umum di Eropa dan Asia, termasuk beberapa kasus di Indonesia. Gejalanya mencakup demam, nyeri perut, perdarahan ringan, dan gangguan ginjal.
Gejala Umum Infeksi Virus Hanta
Gejala biasanya muncul 1–2 minggu setelah terpapar, dan dapat meliputi:
Demam tinggi
Nyeri otot (terutama di punggung, pinggul, dan paha)
Sakit kepala
Mual dan muntah
Sesak napas atau batuk
Tekanan darah rendah dan gangguan ginjal (pada kasus HFRS)
Cara Penularan Virus Hanta
Virus Hanta tidak menular dari manusia ke manusia (kecuali beberapa jenis langka). Penularannya umumnya terjadi melalui:
Menghirup debu dari kotoran atau urine tikus yang mengering
Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah kontak dengan permukaan yang terkontaminasi
Digigit tikus yang terinfeksi
Cara Mencegah Terinfeksi Virus Hanta
Untuk mengurangi risiko infeksi virus Hanta, berikut langkah-langkah pencegahannya:
Jaga kebersihan lingkungan
Bersihkan rumah secara rutin, terutama tempat yang rentan didatangi tikus (gudang, dapur, loteng).
Hindari menumpuk sampah atau makanan sisa yang bisa menarik tikus.
Gunakan pelindung saat membersihkan area tikus
Pakai sarung tangan dan masker saat membersihkan area bekas sarang tikus atau tempat yang mungkin terkontaminasi.
Tutup akses tikus masuk rumah
Tutup celah atau lubang di rumah yang memungkinkan tikus masuk.
Gunakan perangkap tikus jika diperlukan.
Hindari menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering
Basahi permukaan dengan cairan disinfektan sebelum dibersihkan agar virus tidak terbang ke udara.
Simpan makanan dengan aman
Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat agar tidak terkontaminasi.
Waspadai saat berkemah atau beraktivitas di alam
Jangan tidur langsung di tanah atau dekat area dengan tanda-tanda keberadaan tikus.
Virus Hanta memang jarang terjadi, namun tetap berbahaya jika tidak diwaspadai. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan tikus, dan menerapkan tindakan pencegahan, risiko infeksi bisa ditekan secara signifikan.
Jika mengalami gejala mencurigakan setelah berada di lingkungan berisiko, segera konsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat.***
