Suaranusantara.com- Polri mendapat apresiasi dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, atas upayanya dalam membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menilai bahwa fasilitas yang telah dibangun, seperti di Pejaten, Jakarta Selatan, memiliki kualitas yang sangat baik dan memenuhi standar yang ditetapkan.
Dadan menjelaskan bahwa SPPG Polri telah memenuhi empat standar utama dari BGN, yaitu kecukupan kalori, keseimbangan gizi, kebersihan, serta keamanan pangan. Menurutnya, standar yang diterapkan sangat tinggi dan tidak main-main dalam memastikan kualitasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti bahwa sebelum makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah, seluruh produk dari SPPG Polri telah melalui pemeriksaan ketat oleh ahli gizi. Bahkan, peralatan yang digunakan dalam proses distribusinya dinilai sangat baik, sehingga semakin memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Sebelum makanan dikirim, semuanya dicek oleh para ahli. Dengan begitu, bahan baku dan hasil masaknya benar-benar memenuhi standar kesehatan,” ujar Kepala BGN.
Ia juga menyatakan harapannya agar kerja sama antara Polri dan BGN dapat terus ditingkatkan. Ia bahkan berharap jumlah SPPG yang dibangun Polri bisa bertambah hingga 1.000 unit di seluruh Indonesia.
“Tadi kami mendengar bahwa Polri telah merencanakan pembangunan 542 SPPG. Saya pun berbisik kepada Pak Kapolri, mudah-mudahan bisa mencapai 1.000,” ujar Kepala BGN.
Menurut Kepala BGN, dukungan dari Polri akan mempercepat cakupan penerima manfaat MBG yang ditargetkan mencapai 82,9 juta orang.
“Jumlah 1.000 itu baru sekitar 3 persen dari kebutuhan. Dengan langkah serius yang dilakukan oleh Polri, saya optimistis bahwa pada bulan September nanti, seluruh fasilitas yang dibutuhkan untuk percepatan program ini bisa tersedia. Sehingga, target Presiden agar 82,9 juta penerima manfaat dapat terlayani di akhir tahun semakin terlihat jelas,” jelas Kepala BGN.
