Arus Mudik Lebaran 2025: Ratusan Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Ilustrasi mudik Lebaran 2025, arus lalu lintas begitu padat merayap (instagram @infobekasi)

Ilustrasi mudik Lebaran 2025, arus lalu lintas begitu padat merayap (instagram @infobekasi)

Suaranusantara.com- Setiap tahun, arus mudik selalu menjadi tantangan tersendiri bagi pemudik dan pihak berwenang. Lonjakan kendaraan di jalur tol utama menjadi perhatian utama, sehingga berbagai strategi diterapkan guna memastikan perjalanan tetap aman dan lancar.

Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan jumlah kendaraan yang keluar dan masuk Jakarta, memicu penerapan skema one way, contraflow, hingga aturan ganjil genap guna mengurai kemacetan.

Juru Bicara Operasi Ketupat 2025, Kombes Pol Alfian Nurfas, mengungkapkan bahwa volume kendaraan yang keluar dari Jakarta cukup signifikan. Dari total kendaraan yang meninggalkan ibu kota, GT Cikampek Utama mencatat angka tertinggi dengan 102.116 kendaraan, disusul GT Cikupa sebanyak 47.547 kendaraan, GT Ciawi dengan 36.994 kendaraan, serta GT Kalihurip Utama yang mencatat 37.417 kendaraan.

Di sisi lain, kendaraan yang masuk kembali ke Jakarta juga mengalami peningkatan. Sebanyak 5.391 kendaraan masuk melalui GT Cikampek Utama, 46.809 kendaraan melalui GT Cikupa, 30.358 kendaraan melewati GT Ciawi, dan 27.829 kendaraan melintasi GT Kalihurip Utama. Lonjakan arus balik ini menjadi perhatian pihak kepolisian guna memastikan lalu lintas tetap terkendali.

Selain itu, sejumlah rekayasa lalu lintas telah diterapkan guna mengantisipasi kemacetan di jalur utama mudik. Korlantas Polri telah menetapkan skema one way dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Tol Semarang-Batang yang berlangsung mulai Kamis (27/3/2025) pukul 14.00 WIB hingga Sabtu (29/3/2025) pukul 24.00 WIB. Skema ini juga mencakup penutupan dan normalisasi jalur guna mengurai kepadatan kendaraan.

Selain one way, pihak kepolisian juga menerapkan contraflow di ruas tol Jakarta-Cikampek dari KM 47 hingga KM 70. Contraflow akan diberlakukan dalam dua periode, yakni 27-29 Maret 2025 dan 31 Maret-1 April 2025, guna memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur mudik.

Sementara itu, aturan ganjil genap juga diterapkan di sejumlah ruas jalan tol utama selama periode mudik. Skema ini berlaku dari 27 Maret hingga 30 Maret 2025 di ruas Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Tangerang-Merak, guna mengatur volume kendaraan yang melintas.

Dengan berbagai langkah yang diterapkan, diharapkan perjalanan mudik tahun ini dapat berjalan lebih lancar dan aman. Pemudik diimbau untuk selalu memantau informasi lalu lintas terbaru guna menghindari kepadatan dan memastikan perjalanan yang nyaman menuju kampung halaman.

Exit mobile version