Soal Polemik Ijazah, Megawati Soekarnoputri: Kasih Ajah Kok Susah Amat

Megawati Soekarnoputri selaku Ketum PDI Perjuangan absen pada peringatan Hari Lahir Pancasila(Instagram @genbanteng)

Megawati Soekarnoputri selaku Ketum PDI Perjuangan absen pada peringatan Hari Lahir Pancasila(Instagram @genbanteng)

Suaranusantara.com- Presiden ke 5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri turut menyinggung soal polemik ijazah hingga berujung pelaporan dari pihak-pihak yang terlibat.

Megawati dalam pernyataannya itu tidak menyebutkan nama yang terlibat dalam polemik ijazah. Kendati demikian, Megawati menyarankan jika betul maka untuk ditunjukan dan tak perlu lagi ada gonjang-ganjing soal ijazah.

Hal tersebut disampaikan Megawati saat tengah berpidato dalam acara peluncuran buku ‘Pengantar Pemahaman Konsepsi Dasar Sekitar Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI)’ di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Rabu 14 Mei 2025.

“Orang banyak kok sekarang gonjang-ganjing urusan ijazah, bener opo enggak? Ya kok susah amat ya, kan kalau di ijazah betul gitu, kasih aja, ‘ini ijazah saya’ gitu loh,” kata Megawati.

Megawati dalam kesempatan itu bicara soal BRIN yang saat ini memiliki ribuan peneliti yakni sebanyak 8.144 peneliti.

“Saya mesti cerita sedikit pengalaman kenapa Pak Bambang Kesowo nulis (buku) sebegini tebalnya. Karena ketika saya ditugasi ke BRIN ini, terus saya punya researcher itu 8.144, wah saya pusing kepala. Kan ini pasti orang pintar semua ini,” kata Megawati

Kata Megawati, para peneliti BRIN adalah orang-orang pintar. Dirinya pun tak mau kalah untuk ikut serta dites IQ dan EQ.

“Wah, tapi saya tidak mau kalah. Saya suruh Pak Handoko, saya suruh di-testing dengan ilmu psikologi. Jadi IQ-nya sama EQ-nya intelligence quotient sama emotional quotient. Supaya apa? Ini benar pintar atau ngerepek ini,” imbuhnya.

Diketahui, polemik ijazah tersebut melibatkan Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi. Ijazah sarjana kehutanan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta diragukan keasliannya oleh sejumlah pihak.

Atas hal tersebut, Jokowi pun melaporkan para pihak-pihak yang menuding ijazah palsu ke Bareskrim Polri.

Terbaru, Jokowi telah menyerahkan dua ijazah miliknya yakni ijazah SMAN 6 dan ijazah sarjana kehutanan UGM Yogyakarta.

Exit mobile version