Suaranusantara.com – Wakil Ketua Umum (Waketum) Projo, Freddy Damanik meminta masyarakat tidak memaknai berlebihan pada momen upacara Hari Lahir Pancasila yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Wapres Gibran Rakabuming, serta Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
Hal itu disampaikan Freddy dalam merespon pernyataan Politikus PDIP Guntur Romli yang menilai Megawati dan Gibran tampak tak akrab pada momen upacara tersebut.
“Pertemuan itu kan dalam forum resmi, acara kenegaraan, waktu pendek, jadi memang tidak banyak waktu untuk ngobrol, mungkin hanya say hello saja, tanya kabar, kesehatan, dan lain-lain. Saya juga tidak tahu persisnya seperti apa, tapi saya percaya Wapres Gibran selaku yang lebih muda pasti akan selalu menghormati para seniornya terlebih yang pernah memimpin negara ini,” kata Freddy kepada wartawan, Rabu (4/6/2025).
“Menurut saya juga tidak perlu dimaknai berlebihan. Para pemimpin itu concern pada negara sesuai bidang tugasnya masing-masing,” tambahnya.
Dia lantas meminta agar momen pertemuan Megawati dan Gibran usai keduanya lama tak bertemu disambut dengan positif.
“Tapi memang setidaknya pertemuan Ibu Mega dan Wapres Gibran bisa dimaknai positif karena mungkin selama ini sudah lama tidak bertemu khususnya sebelum Pilpres 2024, setidaknya mengurangi kecanggunganlah,” ucapnya.
Lebih lanjut, Freddy berharap agar hubungan Megawati dan Gibran semakin membaik.
Sebab, menurutnya hubungan pemimpin negeri yang baik juga akan berdampak positif ke masyarakat.
“Syukur-syukur bisa membangun komunikasi politik yang lebih baik ke depan, setidaknya baguslah dilihat rakyat Indonesia, seperti yang sering dikatakan Presiden Prabowo, bangsa ini harus bersatu, para pemimpinnya harus bersatu, tidak ada negara yang maju kalau pemimpinnya tidak bersatu,” ujar Freddy.
