Di Tengah Isu Raja Ampat, Prabowo Panggil Bahlil Hayoo Ada Apa Ini?

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dipanggil Presiden RI Prabowo Subianto di tengah isu Raja Ampat (instagram @bahlilahadalia)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dipanggil Presiden RI Prabowo Subianto di tengah isu Raja Ampat (instagram @bahlilahadalia)

Suaranusantara.com- Di tengah polemik tambang nikel di wilayah Raja Ampat Kabupaten Papua Barat Daya, Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Senin 9 Juni 2025 di kediaman Hambalang, Bogor Jawa Barat.

Tak cuma Bahlil, Prabowo juga turut serta memanggil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Terlihat, mobil Toyota Alphard berwarna putih dengab pelat nomor RI 28 yang merupakan milik Menteri Lingkungan Hidup, tiba di kediaman Prabowo sekitar pukul 15.00 WIB.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol terlihat dikawal oleh polisi lalu lintas yang menggunakan motor.

Selang sekitar delapan menit kemudian, terlihat mobil Toyota Innova Zenix putih bernomor polisi B 2690 ZZH milik Raja Juli memasuki kawasan rumah Prabowo.

Kemudian di belakangnya, tampak menyusul Lexus berpelat B 1800 ZH memasuki kawasan kediaman Prabowo. Mobil itu merupakan kendaraan yang sering digunakan Bahlil.

Seorang sumber terpercaya mengatakan pemanggilan tiga orang menteri ke kediaman Prabowo adalah menggelar rapat terbatas (ratas) yang membahas soal tambang nikel di Raja Ampat.

Sumber tersebut berujar bahwa Prabowo akan menghentikan tambang nikel di Raja Ampat.

“Prabowo mau setop tambang nikel,” kata sumber, Senin, 9 Juni 2025.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana mengatakan, akan mengecek lebih dahulu ada atau tidaknya ratas di Hambalang. Mengingat saat ini dia tengah berada di Mekkah.

“Saya coba cek. Saya sedang di Mekkah,” kata Yusuf melalui pesan WhatsApp, Senin, 8 Juni 2025.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (Biro KLIK) Sunindyo Suryo Herdadi mengaku belum mengetahui adanya Ratas itu.

“Saya belum tahu informasi itu,” kata dia Senin, 8 Juni 2025.

Kendati demikian, terkait ratas dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Togar M. Simatupang yang menyebut bahwa Prabowo yang akan mengadakan rapat terbatas.

Hal ini dikarenakan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto diagendakan mengikuti rapat dengan Prabowo di Hambalang.

“Bapak akan ikut Ratas,” kata dia saat dihubungi, Senin, 9 Juni 2025.

Namun, Togar menegaskan, rapat antara Brian dengan Prabowo berbeda dengan rapat yang diikuti Menteri Bahlil, Raja Juli, dan Hanif. Rapat dilakukan terpisah.

“Ratas yang dihadiri menteri berbeda. Bukan soal tambang,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, terkait kegiatan pertambangan nikel di Raja Ampat yang dikelola PT GAG Nikel tidak berada dalam wilayah konservasi.

Bahlil berujar bahwa jarak antara pulau GAG dengan pulau Piaynemo yang merupakan pusat wisata Raja Ampat itu berjarak 30-40 kilometer.

“Banyak yang bilang tambang ada di Piaynemo, itu keliru. Tambangnya di Pulau Gag, cukup jauh dari sana. Saya tahu karena saya sering ke Raja Ampat,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 Juni 2025.

Bahlil menjelaskan demikian lantaran banyaknya respon terkait kegiatan tambang nikel tersebut yang dinilai masyarakat berpotensi merusak kehidupan di sana.

Maka dari itu, sebagai bentuk tindak lanjut, Bahlil pun
memutuskan untuk menghentikan sementara operasi PT GAG Nikel mulai Kamis, 5 Juni 2025, sambil menunggu hasil verifikasi langsung di lapangan.

“Untuk sementara kami hentikan sampai kami cek langsung kondisi di lapangan.”

Exit mobile version