Retret Gelombang II Kepala Daerah Resmi Dibuka Hari Ini, Apakah Ada Perbedaan dari yang Pertama Saat Digelar di Magelang?

Retret Gelombang II Kepala Daerah resmi digelar hari ini Senin 23 Juni 2025 (instagram @kemendagri)

Retret Gelombang II Kepala Daerah resmi digelar hari ini Senin 23 Juni 2025 (instagram @kemendagri)

Suaranusantara.com- Retret gelombang II Kepala Daerah resmi digelar hari ini Senin 23 Juni 2025 di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Retret gelombang II ini diperuntukan bagi kepala daerah yang belum sempat mengikuti retret pada gelombang I di Magelang Jawa Tengah pada beberapa waktu lalu.

Adapun sebanyak 84 kepada daerah dan wakil kepala daerah dari seluruh Indonesia serta pejabat tinggi negara mengikuti retret gelombang II yang digelar di IPDN Jatinangor.

Seharusnya dijadwalkan ada sebanyak 93 orang yang hadir, namun terdapat sembilan orang berhalangan lantaran sakit dan tengah berduka.

Retret gelombang II sendiri berlangsung sejak 22 Juni 2025 dan akan selesai 26 Juni 2025 mendatang.

Lantas adakah perbedaan retret gelombang II dengan yang pertama?

Dilihat dari jumlah peserta, retret gelombang II terbilang sedikit, tidak seperti gelombang I yang diikuti sebanyak 505 peserta.

Selain itu, pembukaan retret gelombang II tidak dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Sebab, Prabowo saat ini tengah berada di Rusia untuk kunjungan kenegaraan.

Hal itu sebelumnya disampaikan langsung oleh Kementerian Dalam Negeri memastikan bahwa Prabowo tidak menghadiri pembukaan retret kepala daerah gelombang kedua.

Retret gelombang kedua akan dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

“Kami pun menyesuaikan dengan agenda beliau (Prabowo). Saat ini pun beliau masih menghadiri rangkaian kunjungan kenegaraan di Rusia,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto di Sumedang, Jumat, 20 Juni 2025.

Sebagai informasi, pada retret gelombang I, Presiden Prabowo memimpin langsung acara pembukaan yang digelar di di Lapangan Pancasila Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 27 Februari 2025.

Prabowo Subianto juga memberikan pengarahan dalam rangka pembelajaran orientasi kepemimpinan bagi kepala daerah seluruh Indonesia pada Jumat, 28 Februari 2025.

Perbedaan berikutnya yakni isi kegiatan retret. Di mana pada retret di Magelang, Bima menuturkan tujuan kegiatan berfokus tugas pokok dan fungsi, wawasan kebangsaan, serta arah pembangunan nasional melalui delapan program prioritas Asta Cita.

“Kepala daerah itu enggak semua latar belakangnya politik pemerintahan. Ada yang pengusaha, ada yang tokoh agama, ada yang budayawan, macam-macam. Nah penting sekali pembekalan di awal untuk menyamakan persepsi tentang tupoksi,” katanya pada Minggu, 9 Februari 2025.

Sementara retret gelombang II bertujuan memahami tugas pemerintahan serta menyelaraskan dengan visi Prabowo. “Agar kepala daerah juga memahami gagasan besar dari Presiden Republik Indonesia untuk dapat melaksanakan dan mengakselerasikan program Asta Cita,” kata Bima Arya, Ahad, 22 Juni 2025.

Lalu yang perbedaan yang mencolok adalah lokasi retret. Jika sebelumnya retret dilaksanakan di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, gelombang kedua berlangsung di kampus utama IPDN di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Bima Arya menjelaskan pemilihan lokasi dengan pertimbangan jumlah peserta yang lebih sedikit daripada gelombang pertama.

Fasilitas ruang kelas dan penginapan yang tersedia di IPDN dapat digunakan tanpa biaya tambahan sehingga menekan anggaran pemerintah

“Anggaran enggak terlalu besar, jauh dibanding retret pertama karena jumlah kepala daerahnya sedikit,” ucap Bima pada Kamis, 29 Mei 2025.

Pada pembukaan retret gelombang II, Tito Karnavian dalam sambutannya memaparkan bahwa belum ada forum lain yang mampu mempertemukan para pemimpin daerah dalam suasana informal namun produktif selama beberapa hari.

“Kerja sama antarkepala daerah sangat penting, termasuk menyatukan visi, misi, dan pola pikir. Ini akan memperkuat sinergi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan,” ujar Tito pada Senin 23 Juni 2025.

Selain itu, Tito juga menyoroti dampak positif dari keserentakan jadwal pemilihan presiden, legislatif, dan kepala daerah pada 2024.

Menurutnya, kesamaan masa jabatan tersebut membuka peluang terciptanya keselarasan antara program pemerintah pusat dan daerah.

“Dulu, sering kali program prioritas nasional terhambat di daerah karena tidak sinkronnya waktu jabatan. Sekarang, dengan waktu jabatan yang harmonis, ada harapan program pusat dan daerah bisa berjalan lebih selaras,” jelasnya.

Tito juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan retret gelombang II di IPDN digelar di IPDN atas izin dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Kampus IPDN dipilih karena memiliki fasilitas lengkap dan kapasitas besar sebagai salah satu sekolah kedinasan terbesar di Indonesia.

“Yang terpenting dari kegiatan ini adalah menyamakan persepsi, membangun jaringan antarpemimpin daerah, dan memperkuat rasa nasionalisme serta menjaga persatuan bangsa,” imbuh Tito.

Exit mobile version