Banyak Jemaah Wafat, DPR Siap Bentuk Pansus Haji Usai Evaluasi Komisi VIII

Puan Maharani (Dok ist)

Puan Maharani (Dok ist)

Suaranusantara.com- Ketua DPR RI, Puan Maharani, membuka kemungkinan dibentuknya panitia khusus (Pansus) untuk mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025.

Langkah ini menyusul berbagai masalah yang mencuat selama pelaksanaan haji, termasuk tingginya angka kematian jemaah asal Indonesia yang bahkan mendapat perhatian dari pemerintah Arab Saudi.

Puan menyatakan bahwa bila memang diperlukan, DPR akan menjalankan mekanisme pembentukan Pansus Haji guna merumuskan perbaikan pada pelaksanaan haji di masa mendatang.

Baca Juga: Jual Beli Pulau di Anambas, Puan Maharani Dorong Evaluasi Administrasi Pulau Nasional

Ia menegaskan bahwa pembentukan Pansus tak akan dilakukan secara tergesa-gesa, tetapi tetap menunggu laporan dan penjelasan dari Komisi VIII DPR yang bermitra langsung dengan Kementerian Agama.

“Hari ini baru kita buka masa sidangnya. Kita akan mendapatkan laporan, kebetulan ketiga pimpinan DPR ikut dalam haji tahun ini. Kita akan mendapatkan laporannya juga dari teman-teman dan Komisi VIII,” ujar Puan.

Menurutnya, pelaksanaan haji tahun ini memang perlu dievaluasi. Apalagi pemerintah Arab Saudi sudah memberikan sejumlah catatan untuk Indonesia yang seharusnya sudah bisa diatasi.

Baca Juga: Hindari Penipuan Online: Tips Aman Gunakan Media Sosial dan Rekening Bank

“Jadi saat kemudian pelaksanaan haji sekarang itu sebenarnya semuanya sudah selesai. Namun memang dalam pelaksanaan haji kali ini banyak hal yang harus kita evaluasi. Banyak hal yang harus kita selesaikan dengan lebih baik sehingga pelaksanaan haji di tahun depan itu tidak akan terulang lagi,” ujar Puan.

Berdasarkan data dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per Selasa (24/6/2025), sebanyak 381 jemaah haji asal Indonesia meninggal dunia pada periode 5 Mei hingga 23 Juni 2025.

Dari 382 jemaah haji yang meninggal dunia, 229 atau 60,1 persen di antaranya adalah laki-laki. Lalu, 152 atau 39,90 persen lainnya adalah jemaah haji perempuan.

Baca Juga: Puan Apresiasi Kinerja Prabowo Atasi Masalah Tambang Raja Ampat dan Sengketa Pulau Aceh

Dalam Siskohat juga menampilkan, 298 jemaah haji asal Indonesia meninggal dunia di Mekkah. Sedangkan 35 jemaah haji meninggal di Madinah, Mina (20 jemaah haji), bandara (15 jemaah haji), dan di Arafah (13 jemaah haji).

Exit mobile version