Prabowo Lagi-lagi Peringatkan Menteri-menterinya: Tidak Bisa Kerja Cepat, Kita Tinggalkan

Presiden RI Prabowo Subianto peringatkan lagi menteri-menterinya (instagram @prabowo)

Presiden RI Prabowo Subianto peringatkan lagi menteri-menterinya (instagram @prabowo)

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto lagi-lagi mengingatkan kepada seluruh jajaran menterinya di Kabinet Merah Putih untuk bekerja secara optimal mengabdi kepada rakyat dan negara Indonesia.

Kata Prabowo, apabila ada menterinya yang tidak bisa diajak bekerja cepat, maka siap-siap bakal ditinggal. Prabowo menyampaikan hal tersebut saat kunjungan kerja (kunker) ke Karawang, Jawa Barat pada Minggu 29 Juni 2025.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengucapkan terimakasih kepada jajaran menterinya yang telah bekerja secara cepat dalam mengatasi segala persoalan rakyat.

“Saya terima kasih tim saya, kabinet saya semuanya kerja dengan baik, kerja dengan cepat, yang tidak bisa ikut cepat kita tinggalkan di pinggir jalan saja,” kata Prabowo di peresmian Groundbreaking Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di Karawang, Jawa Barat, dilansir Selasa 1 Juli 2025.

Prabowo mengatakan seluruh rakyat Indonesia menuntut agar kabinetnya dapat bekerja dengan optimal.

Ia menyebut rakyat Indonesia menaruh harapan besar kepada pemerintah untuk membawa kemajuan bagi Indonesia.

Prabowo pun memastikan bahwa hilirisasi di Indonesia akan terus berjalan di bawah kepemimpinannya.

“Hitungan saya tidak lama, lima tahun paling lambat enam tahun, tujuh [tahun], kita bisa swasembada energi,” ucapnya.

Ini bukan pertama kalinya Prabowo mengingatkan para menterinya untuk bekerja dengan baik. Sebelumnya, pada hari lahir (harlah) ke 102 Nahdlatul Ulama (NU) Prabowo memberikan peringatan keras.

Prabowo pada masa enam bulan pemerintahannya telah memberikan peringatan terhadap sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih yang dinilai masih ‘bandel’ dan tidak bekerja dengan benar untuk rakyat.

Dalam pidatonya di acara Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) pada Rabu 5 Februari 2025 lalu, Prabowo memberi peringatan akan menindak menteri yang tidak berubah meski sudah berulang kali diberikan peringatan.

“Siapa yang bandel, siapa yang ndablek, siapa yang tidak mau ikut dengan aliran besar ini dengan tuntutan rakyat pemerintah yang bersih siapa yang tidak patuh saya akan tindak,” ujarnya.

Selepas acara, Prabowo kembali menegaskan kepada awak media bahwa dirinya akan menyingkirkan Menteri yang tidak bekerja dengan baik untuk kepentingan rakyat.

Hal itu juga ia sampaikan menjawab peluang adanya reshuffle atau kocok ulang kabinet pasca 100 hari kerja Kabinet Merah Putih.

“Kepentingan hanya untuk bangsa rakyat, tidak ada kepentingan lain, yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat ya saya akan singkirkan,” tuturnya.

Prabowo juga telah mewanti-wanti dan menyerukan perlawanan terhadap perilaku korup. Ia meminta masyarakat turut mengawasi kelakuan para pejabat yang bekerja di pemerintahannya.

Saat memberikan amanat dalam Upacara Peringatan Hari Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila,Selasa (2/6), Prabowo mengatakan masih banyak koruptor yang mencuri uang rakyat dan kekayaan negara dalam jumlah yang sangat besar.

“Kekayaan kita, sekali lagi, sangat besar, tetapi terlalu banyak maling-maling yang mencuri uang rakyat,” jelasnya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk melaporkan seluruh bentuk penyelewengan para pejabat atau pemimpin yang terjadi di sekeliling mereka.

“Kalau ada bukti, segera siarkan, jangan mau terima penyelewengan jangan mau terima pejabat yang berbuat sekehendak dirinya,” ujarnya.

Di sisi lain, Prabowo juga mengajak seluruh pihak yang diberi kepercayaan oleh rakyat untuk dapat kembali ke nilai-nilai Pancasila.

“Yang tidak setia kepada negara akan kita singkirkan dengan tidak ragu-ragu tanpa memandang bulu, tanpa melihat keluarga siapa, partai mana, suku mana yang tidak setia kepada negara yang melanggar UU yang melanggar UUD akan kita tindak,” tuturnya.

Ia kemudian mengancam tidak akan segan-segan memberhentikan pejabat yang menyeleweng.

“Semua penyelewengan, semua kebocoran harus berhenti, semua pejabat yang tidak mampu melaksanakan tugas lebih baik mundur sebelum saya berhentikan,” sambungnya.

Exit mobile version