Buntut Ijazah Palsu Jokowi, Teman Semasa SMA Kena Imbasnya Ikut Diperiksa sebagai Saksi dan Ijazah Asli Disita oleh Penyidik

Teman Jokowi semasa SMA turut diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait ijazah palsu (instagram @channelsurakarta)

Teman Jokowi semasa SMA turut diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait ijazah palsu (instagram @channelsurakarta)

Suaranusantara.com-Polemik kasus ijazah palsu Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi belum juga usai. Terlebih, Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu telah menaikan kasus ini ke tahap penyidikan.

Penyidik pun telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus ijazah palsu Jokowi. Salah satu yang turut diperiksa adalah teman sebangku semasa SMA

Teman sebangku semasa SMA itu bernama Bambang Surojo. Bambang ikut diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Polda Metro Jaya di Mapolresta Solo pada Selasa 22 Juli 2025.

Dalam pengakuannya, Bambang menceritakan bahwa Jokowi adalah teman semasa SMA nya dulu.

Kata Bambang, dirinya bersama Jokowi beserta teman-teman lainya adalah sama-sama anak murid lulusan dari SMAN 6 Solo, Jawa Tengah.

Ia juga menceritakan bagaimana awal pendaftaran di SMAN 5 Solo yang ada bersebelahan.

“Jadi pada saat itu kami mendaftar sekolah itu di SMA Negeri 5 Surakarta, itu ada 11 kelas.”

“Kemudian ada pengembangan sekolah, dari kelas 1 satu sampai 1 enam itu menjadi SMA 5.”

“Kelas 1 tujuh sampai kelas 1 sebelas menjadi SMA 6. Dan karena kelas 1 tujuh sampai kelas 1 sebelas masuknya siang, kita menyebutnya SMA 5 siang,” tutur Bambang, dilansir Jumat 25 Juli 2025.

Angkatannya termasuk Jokowi kala itu harus menempuh 7 semester atau 3,5 tahun dari kelas 1 sampai 3 SMA karena adanya perubahan kurikulum.

“Termasuk juga pergeseran waktu yang menjadi tambah 6 bulan sehingga kami menikmati sekolah itu bukan tiga tahun tapi 3 tahun setengah.”

“Dan saat itu ada bahasa dulu namanya Catur Wulan, setelah ada pergeseran waktu menjadi Semesteran sehingga kami melakukan ulangan itu per semester.”

“Sehingga kami menikmati 7 semester dan kami lulus pada tahun 1980. Lebih tepat lagi di ijazah tertera tanggal 30 April 1980,” terang Bambang.

Selain Bambang Surojo, ada juga teman SMA Jokowi lainnya yakni Sigit Hariyanto, juga diperiksa polisi.

“Jadi kami berempat semua adalah teman sekolah SMA (Jokowi) pada saat itu sampai lulus,” ungkap Sigit, Rabu 23 Juli 2025.

Sigit mengaku bersama teman lainnya mendapat surat panggilan dari Polda Metro Jaya, pada Selasa lalu.

“Jadi kemarin itu (Selasa) kami bertiga sudah melaksanakan di-BAP (Berita Acara Pemeriksaan) jadi statusnya adalah penyidikan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya,” jelasnya.

Menurutnya, ada 95 pertanyaan yang dilontarkan oleh penyidik.

“Jadi isinya pertanyaan ini semuanya berjumlah 95 yang pada intinya pertanyaan-pertanyaan itu seputar pada saat itu kami semua adalah siswa sekolah SMA 6 atau SMPP, sama itu,” ungkapnya.

Sigit mengatakan semua pertanyaan yang diajukan adalah berkaitan dengan Jokowi.

“Jadi pertanyaan itu apakah saudara mengenal tentang Pak Jokowi, kami tentunya menjawabnya sangat mengenal karena Pak Jokowi adalah teman kami dan lulus bersama-sama beliau.”

Selain memeriksa sejumlah saksi yang merupakan teman-teman sekolah Jokowi, penyidik juga turut menyita ijazah asli milik mereka.

Diketahui, ada lima ijazah asli milik rekan-rekan Jokowi yang disita penyidik.

Exit mobile version