Polisi Pastikan Sidik Jari di Lakban Wajah Diplomat ADP Milik Korban Sendiri

Alat bukti yang dikumpulkan PMJ saat konferensi pers meninggalnya diplomat ADP

Alat bukti yang dikumpulkan PMJ saat konferensi pers meninggalnya diplomat ADP

Suaranusantara.com- Polisi mengonfirmasi bahwa sidik jari yang menempel pada lakban kuning di wajah diplomat ADP, diplomat muda Kementerian Luar Negeri, adalah milik korban sendiri. Berdasarkan penjelasan Pusat Identifikasi Bareskrim Polri, hasil pencocokan memenuhi 12 titik kesamaan sesuai standar pemeriksaan sidik jari.

Menurut Aipda Sigit Kusdiyanto, penelitian terhadap lakban tersebut dilakukan sejak olah TKP pertama kali. Pemeriksaan dilakukan secara ilmiah untuk memastikan identitas pemilik sidik jari. Ia menambahkan, barang bukti lain masih diperiksa melalui uji DNA oleh tim laboratorium forensik.

“Hasil pengembangan yang ada di lakban dengan sidik jari dari ADP memenuhi kriteria persyaratan 12 titik yang sama. Jadi hasil identifikasi terkait pencarian sidik jari bahwa di lakban yang diperoleh yaitu sidik jari dari ADP,” ujar perwakilan Pusat Identifikasi Bareskrim Polri, Aipda Sigit Kusdiyanto, dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).

“Untuk yang selanjutnya terkait barang bukti yang lain, kita juga ada penelitian lebih lanjut secara DNA dari labfor,” tambahnya

ADP ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Menteng, Jakarta Pusat, pada 8 Juli 2025. Polisi menelusuri penyebab kematian dengan memeriksa saksi-saksi, rekaman CCTV dari kantor Kemlu dan kos, serta mengkaji riwayat percakapan korban.

Selain lakban, polisi juga menemukan tas ransel dan tas belanja di dekat rooftop kantor Kemlu berisi laptop, pakaian baru, obat-obatan, perlengkapan kantor, dan surat rawat jalan. Dalam rilis resmi, polisi turut menunjukkan plastik, lakban kuning, alat kontrasepsi, dan pelumas sebagai bagian dari barang bukti.

Exit mobile version