Prabowo Panggil Kapolri hingga Kepala BGN ke Istana untuk Gelar Rapat Tertutup, Apa yang Dibahas?

Presiden RI Prabowo Subianto saat rapat tertutup bersama para tokoh mulai dari Kapolri hingga Kepala BGN pada Selasa 12 Agustus 2025 (instagram @sekretariat.kabinet)

Presiden RI Prabowo Subianto saat rapat tertutup bersama para tokoh mulai dari Kapolri hingga Kepala BGN pada Selasa 12 Agustus 2025 (instagram @sekretariat.kabinet)

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto pada Selasa 12 Agustus 2025 memanggil sejumlah tokoh-tokoh penting ke Istana Merdeka Jakarta.

Mereka tokoh-tokoh yang dipanggil Prabowo ke Istana di antaranya Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Herindra.

Kemudian ada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Kepala Perum Bulog Rizal Ramdhani, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Mereka para tokoh dipanggil ke Istana untuk mengikuti rapat tertutup bersama Prabowo. Momen pertemuan itu diunggah di laman media sosial Instagram Sekretariat Kabinet, pada Selasa.

Lantas, apa yang dibahas dalam rapat tersebut?

Teddy mengatakan rapat tertutup bersama Prabowo tentunya membahas isu-isu strategis yang tengah menjadi perhatian pemerintah. Terutama terkait keamanan dan ketahanan pangan nasional.

“Pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut membahas sejumlah isu strategis, termasuk situasi keamanan dan ketahanan pangan nasional,” kata Teddy dalam keterangannya, Selasa 12 Agustus 2025.

Di kesempatan terpisah, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan dirinya sekaligus melaporkan progres program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia mengungkap sejauh ini terdapat 5.103 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi dan 15 juta lebih penerima manfaat.

“Kami melaporkan bahwa penerima manfaat sekarang ini sudah dilayani oleh 5.103 satuan pelayanan pemenuhan gizi di seluruh Indonesia mencakup 38 provinsi, 502 kabupaten, dan 4.770 kecamatan. Dan penerima manfaatnya sudah di atas 15 juta dan insyaallah akan mendekati angka 20 juta,” kata Dadan.

Sejauh ini, ada sekitar 14.000 SPPG yang sedang dalam proses persiapan. Seluruh SPPG itu merupakan mitra makan bergizi gratis, yaitu TNI AD, kepolisian, BIN, NU, hingga Muhammadiyah. Mereka membangun SPPG dengan dana sendiri.

Dana yang dikeluarkan untuk membuat SPPG itu berkisar antara Rp 1,5-2 miliar. Dia mengklaim uang yang beredar ke masyarakat akibat pembangunan SPPG itu sebesar Rp 28 triliun.

“Uang itu bukan dari APBN. Tapi dari dana masyarakat,” ujar Dadan.

Sejauh ini, program makan bergizi gratis sudah menyerap dana APBN sekitar Rp 8,2 triliun. BGN memprediksi realisasi anggaran mencapai Rp 10-11 triliun per Agustus 2025.

Exit mobile version