Menko PMK: Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Risiko Banjir

Menko PMK Pratikno, sampaikan salam dari Presiden RI Prabowo Subianto yang berhalangan hadir di acara peringatan Hari Konstitusi Senin malam 18 Agustus 2025 (instagram @pratikno)

Menko PMK Pratikno, sampaikan salam dari Presiden RI Prabowo Subianto yang berhalangan hadir di acara peringatan Hari Konstitusi Senin malam 18 Agustus 2025 (instagram @pratikno)

Suaranusantara.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengantisipasi potensi bencana banjir di sejumlah wilayah.

Hal ini disampaikan Pratikno dalam menanggapi cuaca ekstrem yang terjadi pada sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk DKI Jakarta.

Pratikno mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah nantinya adalah melalui modifikasi cuaca, terutama di daerah dengan potensi curah hujan tinggi yang berisiko menimbulkan banjir.

“Kalau sudah berisiko, kita tetap melakukan modifikasi cuaca. Tujuannya untuk mengalihkan risiko hujan berlebihan di satu tempat agar diturunkan di laut,” ujar Pratikno di Kantor Kemenko PMK, Selasa (19/8/2025).

Ia menambahkan, modifikasi cuaca dilakukan secara reguler dengan menyesuaikan perkembangan kondisi cuaca.

Langkah ini dinilai penting untuk meminimalisasi risiko kerugian akibat bencana.

“Kita tetap reguler kita lakukan melihat perkembangan cuaca untuk meminimalisasi risiko. Karena sekali bencana risikonya kerugiannya jauh lebih besar,” tegasnya.

Exit mobile version