Suaranusantara.com – Politisi PDI Perjuangan, Kris Tjantra mengatakan demonstrasi 25 Agustus yang lalu di DPR merupakan alarm dari masyarakat.
Alarm, tambah dia, bahwa masyarakat semakin tidak percaya dengan anggota DPR RI.
“Terjadinya demonstrasi 25 Agustus kemarin sebagai alarm dari masyarakat yang semakin tidak percaya dengan anggota DPR yang selama ini dianggap mampu menerjemahkan keinginan masyarakat umum,” kata Kris, Rabu (27/8).
Kris lantas menyinggung permasalahan kemiskinan di Indonesia yang masih belum terselesaikan.
Bahkan, dia juga menyoroti bahwa belakangan ini maraknya PHK di berbagai sektor.
“Apalagi di saat kemiskinan yang belum terentaskan dan di tengah PHK di berbagai sektor hingga sulitnya mencari pekerjaan, tapi muncul berita terkait tunjangan fantastis untuk anggota dewan,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah masyarakat Indonesia mengadakan demo di DPR RI pada 25 Agustus 2025.
Demo itu menuntut pembubaran lembaga wakil rakyat tersebut.
Pasalnya, gaji hingga tunjangan rumah para anggota DPR RI itu dinilai tidak masuk akal.
Awalnya demo berlangsung damai, namun lama-kelamaan masa aksi mulai melakukan tindakan anarkis, hingga harus diamankan oleh pihak kepolisian.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary mengatakan pihaknya telah menangkap sebanyak 351 orang saat demo di depan gedung DPR/MPR RI, Senin (25/8) malam.
Dia merinci, 351 orang itu terdiri dari 155 dewasa dan 196 anak, atau berusia di bawah 18 tahun.
“Mereka yang secara masif diduga melakukan perusakan fasilitas umum, melempari pengendara di jalan tol sehingga membahayakan pengguna jalan dan menyerang petugas,” kata Ade Ary.
