Suaranusantara.com- Rentetan kasus keracunan makanan yang diduga bersumber dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memunculkan sorotan publik. Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa program tersebut harus segera dievaluasi secara komprehensif agar tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi anak-anak.
Ia menilai, kualitas pelaksanaan MBG di lapangan masih menghadapi banyak tantangan. Karena itu, menurutnya, keterlibatan semua pihak mutlak diperlukan untuk memperbaiki sistem, mulai dari distribusi, pengawasan, hingga kualitas penyajian makanan.
“Ya harus selalu dilakukan evaluasi untuk bisa ditindaklanjuti, untuk bisa pelaksanaannya di lapangan bisa menjadi lebih baik dan jangan sampai kemudian anak-anak yang kemudian dirugikan,” kata Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/9/2025).
Baca Juga: Puan Maharani Sambut Positif Tim Transformasi Polri, Harap Citra Kepolisian Makin Baik
“Jadi memang tidak mudah untuk melaksanakan hal tersebut karenanya memang pihak-pihak yang terkait harus bisa melakukan evaluasi total,” tuturnya.
Program MBG kembali menuai kritik setelah ratusan pelajar di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, diduga keracunan usai mengonsumsi makanan dari program tersebut.
Data menunjukkan ada 251 siswa dari enam sekolah yang terdampak. Kasus serupa juga menimpa 90 siswa di Kabupaten Sumbawa serta belasan murid SD Negeri 19 Kota Tual, Maluku.
Puan menegaskan bahwa DPR akan terus mengawal jalannya program ini. Menurutnya, jika evaluasi tidak dilakukan secara serius, program yang seharusnya meningkatkan gizi anak-anak justru bisa kehilangan tujuan utamanya.
