Suaranusantara.com- Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk meneguhkan kembali ideologi negara. Tahun ini, pemerintah menetapkan tema resmi “Pancasila Sebagai Dasar Penguatan Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Era Digital”.
Tema tersebut dipilih untuk menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai perekat bangsa di tengah tantangan modernisasi, derasnya arus informasi, serta dinamika teknologi yang kian cepat.
Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak goyah menghadapi perubahan zaman dan tetap menjadikan Pancasila sebagai pegangan utama.
Susunan Upacara
Seperti tahun-tahun sebelumnya, instansi pemerintah, sekolah, serta berbagai lembaga akan menyelenggarakan upacara peringatan. Rangkaian upacara dimulai dengan persiapan peserta, pemeriksaan barisan, hingga pengibaran bendera merah putih.
Setelah itu, pembacaan teks Pancasila dilakukan dengan lantang dan diikuti seluruh peserta sebagai wujud penghormatan terhadap dasar negara. Sambutan pejabat pemerintah juga akan disampaikan untuk menegaskan makna Pancasila dalam menjaga persatuan di era digital.
Acara dilanjutkan dengan renungan nasional dan doa bersama untuk mengenang para pahlawan serta peristiwa sejarah yang menguji keteguhan Pancasila. Upacara kemudian ditutup dengan penghormatan akhir serta penurunan bendera.
Partisipasi Masyarakat
Tidak hanya di instansi, masyarakat umum juga diajak untuk turut serta memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Cara sederhana seperti mengibarkan bendera merah putih di rumah, mengikuti kegiatan komunitas, hingga memberikan edukasi tentang nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda menjadi bentuk kontribusi nyata.
Peringatan tahun ini diharapkan tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi pengingat bahwa Pancasila tetap relevan sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan bangsa, termasuk di era serba digital.
