Puan Maharani Desak Pemerintah Pastikan Keselamatan Santri Pasca Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk

Ketua DPR RI, Puan Maharani sampaikan duka cita tas meninggalnya ojol (Dok YouTube DPR RI)

Ketua DPR RI, Puan Maharani sampaikan duka cita tas meninggalnya ojol (Dok YouTube DPR RI)

Suaranusantara.com- Tragedi ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang menelan korban jiwa santri, mendapat sorotan dari Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Ia menegaskan, peristiwa tersebut menjadi peringatan keras bagi pemerintah mengenai lemahnya pengawasan konstruksi fasilitas pendidikan dan keagamaan di Indonesia.

“Dukacita kami sampaikan bagi para korban akibat kejadian ini. Pemerintah harus memastikan setiap santri belajar dan beribadah di tempat yang aman, layak, dan bermartabat,” kata Puan Maharani dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Puan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa keselamatan santri harus dipastikan negara. Ia menilai, tempat belajar dan beribadah bagi santri harus memenuhi standar kelayakan agar layak digunakan dan tidak membahayakan.

Lebih jauh, Puan menyoroti bahwa musibah ini mencerminkan adanya celah serius dalam pengawasan pembangunan. Ia mengingatkan agar pemerintah menegakkan standar konstruksi dengan ketat, terutama pada sarana publik yang digunakan anak-anak.

“Tentunya kita berterima kasih atas peran tim SAR dan pihak-pihak yang membantu proses evakuasi ini. Dan yang paling penting, evakuasi harus memprioritaskan keselamatan dan keamanan para santri yang masih terjebak di reruntuhan bangunan,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Meski mengapresiasi kerja tim SAR yang terus berjuang mengevakuasi korban, ia meminta agar keselamatan para santri tetap menjadi prioritas utama.

Puan menekankan, tragedi ini semestinya menjadi momentum bagi negara untuk memperbaiki sistem pengawasan bangunan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Negara harus hadir memastikan setiap proses pembangunan, terlebih yang menyangkut fasilitas publik untuk anak- anak, dilakukan sesuai kaidah konstruksi yang benar dan diawasi secara ketat,” ungkap Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Exit mobile version