Ponpes Al Khoziny Ambruk Diduga Kegagalan Konstruksi, Begini Kata Menteri PU

Menteri PU Dody Hanggodo soal ambruknya ponpes Al Khoziny (instagram @hype.moment)

Menteri PU Dody Hanggodo soal ambruknya ponpes Al Khoziny (instagram @hype.moment)

Suaranusantara.com- Ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran Sidoarjo Jawa Timur pada akhir September 2025 lalu mendapat sorotan.

Terlebih, bangunan tiga lantai itu ambruk seketika saat para santri tengah menunaikan ibadah solat Ashar di mushala ponpes Al Khoziny.

Alhasil, sebanyak puluhan santri mengalami luka-luka dan puluhan lainnya meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan ambruknya ponpes Al Khoziny.

Menteri Pekerja Umum (PU) Dody Hanggodo enggan berkomentar terkait ambruknya ponpes Al Khoziny yang diduga kegagalan konstruksi.

Dody dalam kunjungan langsung ke lokasi kejadian pada Senin 6 Oktober 2025 mengatakan pihaknya berfokua pada proses evakuasi korban hingga selesai.

Dia mengatakan kunjungan tidak membahas soal kontruksi bangunan ponpes. Namun, dia ingin memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

“Sekarang posisinya masih save rescue. Setelah tugas Basarnas dan tim selesai, baru kami masuk dalam pemeriksaan dan perbaikan konstruksi,” kata Dody.

Saat diminta pendapat soal penyebab ambruknya ponpes Al Khoziny, Dody enggan berkomentar. Dia menegaskan bahwa penyelidikan mendalam baru bisa dilakukan setelah seluruh korban berhasil dievakuasi.

“Saya belum bisa bicara soal kegagalan konstruksi. Semua akan dievaluasi nanti setelah penyelamatan selesai,” ujarnya.

Kendati demikian, Dody memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap seluruh bangunan pondok pesantren. Terlebih dengan adanya informasi bahwa sebagian lembaga pendidikan keagamaan belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Pelan-pelan akan kami bereskan soal kualitas bangunan bersama pemerintah daerah agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai santri-santri di bawah umur yang terlibat dalam proses pembangunan, Dody menyatakan dirinya tak ingin menyimpulkan langsung.

“Jangan bilang begitu. Ini kan dari santri untuk santri. Jadi tidak bisa serta-merta disebut melibatkan anak di bawah umur,” ucapnya.

Dody menegaskan bahwa dirinya bersama pemerintah sedang fokus untuk penyelamatan. Karenanya, dia tak ingin berkomentar lebih jauh.

Exit mobile version