Prabowo Panggil Ignasius Jonan ke Istana, Ini Isi Pembicaraannya

Saat ex Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan dipanggil ke Istana Negara oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin 3 November 2025 (instagram @ignasius.jonan)

Saat ex Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan dipanggil ke Istana Negara oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin 3 November 2025 (instagram @ignasius.jonan)

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto pada Senin 3 November 2025 memanggil mantan Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan ke Istana Negara.

Prabowo dalam konferensi pers di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa 4 November 2025, mengungkap isi pembicaraan dengan Jonan.

Prabowo mengatakan dalam pertemuan dengan Jonan, dirinya membahas banyak hal dan saling bertukar pandangan

Terlebih, Jonan merupakan tokoh bangsa. Prabowo merasa senang bisa berdiskusi dan saling bertukar pandangan dengan tokoh bangsa seperti Jonan.

“Ya, kita tukar-menukar pandangan, ya. Beliau, saya kira, tokoh. Tokoh bangsa. Jadi, saya senang selalu ketemu dan tukar-menukar pandangan dalam banyak hal,” kata Prabowo di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa 4 November 2025.

Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Jonan turut membahas soal kereta cepat Whoosh jurusan Jakarta-Bandung.

“Ya, kita bicara selalu,” ujarnya.

Sebelumnya, Jonan mengatakan bahwa pertemuan dengan Prabowo membahas mengaku sejumlah hal, di antaranya diplomasi luar negeri Presiden selama 1 tahun dan pengembangan BUMN.

“Kami juga sharing tentang peran serta beliau yang sangat bagus dan aktif di diplomasi luar negeri. Juga di pengembangan BUMN dan partisipasi BUMN untuk bangsa dan negara yang lebih banyak. Juga program-program yang sifatnya itu kerakyatan. Jadi seperti ya keberpihakan kepada keadilan sosial kalau menurut saya ya,” kata dia.

Jonan kemudian ditanya apakah sempat ada tawaran untuk bergabung ke kabinet. Dia mengatakan tidak ada pembicaraan tersebut.

“Oh, nggak, nggak ada. Kita diskusi aja. Saya diskusi sharing pandangan saya sebagai rakyat. Itu aja kok. Boleh dong,” kata Jonan.

Jonan menegaskan akan bersedia berkontribusi di pemerintahan jika diberi tugas. Terutama, apabila tugas tersebut merupakan bidang yang dikuasainya.

Exit mobile version