Suaranusantara.com- Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) tentunya harga bahan pokok mengalami kenaikan. Untuk itu, guna mencegah inflasi jelang Nataru akibat kenaikan harga, Presiden RI Prabowo Subianto telah mengeluarkan instruksi terkait menu MBG.
Menu MBG, bahan baku yang dibutuhkan tentunya sangat banyak. Jelang Nataru, harga bahan naik yang kemudian terjadi inflasi.
“Kan program MBG ini kan banyak banget butuh bahan baku, ya. Kami tidak ingin nanti karena ada MBG, harga bahan makanan ini tinggi kemudian terjadi inflasi, masyarakat nanti yang kena, gitu. Jadi makanya, kami koordinasi, Pak Presiden sudah menginstruksikan,” kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang kepada wartawan dikutip, Jumat 22 November 2025.
Di mana, instruksi itu menyebutkan bahwa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) diganti dari telur ayam menjadi telur puyuh dan daging.
Mengingat jelang Nataru kebutuhan telur ayam meningkat dan harga naik lantaran kebutuhan membuat kue.
“Saat ini sudah mulai sedikit-sedikit, sudah mulai. Misalnya ayam sama telur ya. Tadi Pak Presiden pesan, ‘Wah, ya nanti kalau misalnya ini kan mau Nataru nih, mau Nataru, kemudian lebaran, ya kan. Nanti mungkin telur untuk anak-anak kita kurangi tapi diganti daging sapi, diganti telur puyuh’, gitu. Supaya enggak ganggu kebutuhan masyarakat yang mau Nataru dan mau lebaran untuk kue, terutama telur ya,” katanya.
Nanik menuturkan kenaikan harga telur masih belum signifikan. Namun, tanda kenaikan harganya sudah mulai muncul.
“Ya sekarang masih, masih kecil, ya, tapi kan tanda-tanda itu mulai ada. Saya kasih contoh kalau yang SPPG-nya sudah mulai penuh di kabupaten itu sudah mulai naik (harga telur). Terus yang mengkhawatirkan juga ini buah. Dulu buah ini di pasar induk aja tumpuk-tumpukan, sekarang udah susah juga nyari buah,” ujarnya.
