Legislator Golkar Bela Raja Juli Sebut Tak Bisa Salahkan Menhut Sepenuhnya Kerusakan Hutan: Pak Menteri Kebagian Cuci Piring

Menhut Raja Juli bersama Komisi IV DPR RI gelar rapat bahas soal kerusakan hutan menyusul banjir Sumatera-Aceh (Instagram @riaksumut)

Menhut Raja Juli bersama Komisi IV DPR RI gelar rapat bahas soal kerusakan hutan menyusul banjir Sumatera-Aceh (Instagram @riaksumut)

Suaranusantara.com- Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mengatakan bahwa kerusakan hutan Indonesia tak sepenuhnya salah Menteri Kehutanan (Menhut) saat ini, Raja Juli Antoni.

Menurutnya, kerusakan hutan sudah terjadi bertahun-tahun silam. Kerusakan hutan di Indonesia tengah menjadi sorotan menyusul bencana banjir yang melanda Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh.

Terlebih saat banjir melanda, terdapat ribuan kayu gelondongan yang ikut terseret arus air berwarna coklat pekat itu.

Publik pun menduga ribuan kayu gelondongan itu berasal dari praktik illegal logging atau penebangan liar guna pembukaan lahan untuk perkebunan sawit atau pertambangan.

Menurut Firman, Raja Juli kebagian tugas cuci piring sehingga tak bisa disalahkan sepenuhnya soal kerusakan hutan. Firman mengingatkan, kerusakan ekologis terjadi jauh sebelum menteri yang menjabat saat ini mengemban tugasnya.

“Pak Menteri (Raja Juli Antoni) ini cuci piring, makanya saya bela. Makanya waktu diminta (Muhaimin Iskandar) tobat nasuha saya bela. Karena kejadian perusakan hutan ini, bukan satu tahun atau dua tahun. Setelah reformasi, hutan kita hancur,” katanya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 4 Desember 2025.

Ia menyoroti rentannya kondisi sejumlah kawasan di Indonesia. Firman bahkan mengaku takut ketika melintasi wilayah rawan longsor.

“Saya miris pak, jangankan yang di Sumatera, bahkan kami yang duduk di ruangan ini kadang-kadang takut waktu lewat Puncak takut ada tanah longsor, mau lewat ke mana takut ada jalan tiba-tiba putus seperti yang di Aceh,” ujarnya.

Ia menyayangkan masih adanya aktivitas pengangkutan kayu di tengah bencana tersebut. Firman meminta Kemenhut menindak tegas perusahaan yang terlibat.

“Dalam situasi kondisi bencana sedemikian rupa masih ada yang mengangkut kayu, walaupun masih punya izin. Saya minta kepada pak menteri ditindak tegas. Kalau perlu dicabut izinnya karena mereka itu sense of crisis, itu pelecehan kepada negara. Pelecehan kepada rakyat yang ada di sana,” katanya.

 

Exit mobile version