Diminta Cak Imin Taubat Nasuha Imbas Banjir Sumatera, Begini Respon Raja Juli dan Bahlil

Menko PM Cak Imin minta Menhut Raja Juli Antoni, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq untuk taubat nasuha (instagram @cakiminnow)

Menko PM Cak Imin minta Menhut Raja Juli Antoni, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq untuk taubat nasuha (instagram @cakiminnow)

Suaranusantara.com- Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin meminta tiga menteri untuk melakukan taubat nasuha.

Tiga menteri yang diminta taubat nasuha di antaranya Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dan Menteri Lingkungan Hidup (LHK) Hanif Faisol Nurofiq.

Saran Cak Imin untuk taubat nasuha menyusul bencana banjir yang melanda tiga provinsi di Indonesia yakni Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh beberapa waktu lalu.

Saran itu disampaikan Cak Imin melalui surat untuk ketiga menteri tersebut. “Pada kesempatan ini, saya mengajak semua pihak untuk mari bersama-sama bahu-membahu, memperbaiki. Hari ini saya berkirim surat ke Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup untuk bersama-sama evaluasi total seluruh kebijakan, policy, dan langkah-langkah kita sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah,” ujar Cak Imin, Senin 1 Desember 2025.

“Bahasa NU-nya taubatan nasuha,” sambung Cak Imin. Taubatan nasuha yang dimaksud Cak Imin adalah mengevaluasi total seluruh kebijakan berkaitan dengan lingkungan hidup, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

Dia menyinggung bahwa kiamat telah terjadi akibat kelalaian manusia. “Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri,” ucap Cak Imin.

Lantas, bagaimana respon ketiga menteri tersebut yang diminta Cak Imin untuk taubat nasuha?

Menhut Raja Juli Antoni menyebut Menko PM Cak Imin telah meminta maaf terkait pernyataan taubat nasuha imbas banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Saya alhamdulillah sudah mendapat WA dari Gus Imin, beliau sampaikan minta maaf kepada saya, mengatakan bahwa bukan itu maksudnya. Beliau secara gentle minta maaf,” ujar Raja Juli, dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi IV DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis 4 Desember 2025.

Raja Juli mengaku telah menerima permintaan maaf Cak Imin. Sebab, dia mengetahui bahwa bukan itu maksud dari pernyataannya.

Sebagai sesama menteri, Raja Juli berpesan kepada Cak Imin agar kompak dan tidak mengeluarkan pernyataan yang mendiskreditkan sesama anggota Kabinet Merah Putih.

“Ini penting, semuanya adalah anak buah Pak Prabowo, tidak bisa mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengganggu stabilitas kita. Sekali lagi saya apresiasi ke Gus Imin yang mengatakan maaf kepada saya dengan pernyataan yang keliru ketika itu,” ujar dia.

Sementara itu, Bahlil Lahadalia meminta Cak Imin juga bertaubat nasuha, bukan hanya dirinya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol.

Bahlil menekankan, semua pejabat harus mengevaluasi diri terkait bencana banjir dan longsor di Sumatera.

“Kalau pertaubatan nasuha, Cak Imin juga pertaubatan nasuha lah. Semuanya ya. Oke ya? Semua kita semua harus apa ya, ya evaluasi diri, ya,” ujar Bahlil, di Istana, Jakarta, Kamis 4 Desember 2025.

Bahlil menuturkan, yang bisa memerintah dirinya hanyalah Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil turut menegaskan bahwa dia sedang fokus menjalankan urusan rakyat, sekaligus apa yang diperintahkan Prabowo.

“Kalau saya kan, Presiden saya kan Pak Presiden Prabowo. Yang bisa di kabinet, yang bisa perintah saya Pak Presiden Prabowo,” tutur dia.

“Dan saya fokus untuk menjalankan urusan rakyat dan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden. Saya lagi urus urusan di lokasi bencana,” imbuh Bahlil.

Exit mobile version