Imbas Mobil MBG Tabrak Siswa SDN Kalibaru 01 Cilincing, Prabowo Instruksikan Beri Penanganan Terbaik untuk Korban

Mobil MBG inilah yang menabrak para siswa SDN Kalibaru 01 Cilincing pada Kamis pagi 11 Desember 2025 (Instagram @kebinjaiyuk)

Mobil MBG inilah yang menabrak para siswa SDN Kalibaru 01 Cilincing pada Kamis pagi 11 Desember 2025 (Instagram @kebinjaiyuk)

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan untuk memberikan penanganan terbaik bagi para korban tabrakan mobil pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebelumnya, pada Kamis pagi 11 Desember 2025 saat guru dan para siswa SDN Kalibaru 01 Cilincing, Jakarta Utara tengah menggelar literasi di halaman sekolah.

Tiba-tiba mobil MBG itu merangsek memasuki halaman sekolah dan menabrak para siswa. Sebelum menabrak siswa, mobil MBG menghantam pagar sekolah.

Akibatnya, ada 21 orang menjadi korban. Di mana dua puluh di antaranya merupakan siswa SDN Kalibaru 01 Cilincing dan satu guru.

Perintah Prabowo itu disampaikan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana saat menyambangi korban tabrakan mobil MBG di rumah sakit Koja, Jakarta Utara.

“Pak Presiden sudah memerintahkan penanganan yang terbaik,” ujar Dadan di RSUD Koja, Jakarta Utara, Kamis 11 Desember 2025.

Dadan mengatakan, pemerintah akan terus memantau penanganan korban tabrakan mobil MBG dan memberikan laporan langsung kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dalam kesempatan sama, Dadan menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa ini. Dia juga menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dalam insiden tersebut.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kejadian tragis yang menimpa para siswa dan guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara. Insiden ini merupakan musibah yang sangat mengejutkan,” ujar Dadan dalam keterangan pers, Kamis 11 Desember 2025.

Kejadian tabrakan itu bermula saat siswa tengah apel pagi di halaman sekolah. Namun, tiba-tiba mobil pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) menghantam pagar sekolah hingga roboh kemudian menabrak puluhan siswa.

Exit mobile version