Bulan Puasa Ramadan 1447 H MBG Tetap Berjalan, PAN: Pelaksanaan Harus Disesuaikan Kondisi Kebutuhan Masyarakat

Ilustrasi MBG siap disantap oleh anak-anak Indonesia (Instagram @bradio956fm)

Ilustrasi MBG siap disantap oleh anak-anak Indonesia (Instagram @bradio956fm)

Suaranusantara.com- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan puasa Ramadan 1447 H akan terus berjalan.

Kendati demikian, Kapoksi Komisi IX DPR Fraksi PAN DPR RI Ashabul Kahfi mengatakan bahwa dalam pelaksanaan MBG selama puasa Ramadan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

“Kami di Komisi IX pada dasarnya setuju MBG tetap berjalan saat puasa, tetapi dengan catatan kuat bahwa pelaksanaannya tidak boleh bersifat administratif semata,” kata Ashabul kepada wartawan, Kamis 22 Januari 2026.

Ashabul mengatakan demikian lantaran pelaksanaan MBG selama bulan Ramadan pada tahun lalu mengalami sejumlah tantangan.

Maka dari itu, berkaca pada pengalaman itu, pelaksanaan MBG selama puasa Ramadan 1447 H haruslah melalui evaluasi terlebih dahulu.

“Evaluasi pelaksanaan MBG pada bulan puasa tahun lalu menunjukkan bahwa tantangan utamanya ada pada distribusi, daya simpan makanan, serta penerimaan masyarakat,” ujarnya.

Dia pun meminta agar pelaksanaan MBG selama puasa Ramadan 1447 H tidak diseragamkan secara kaku.

“Karena itu, kami mendorong agar kebijakan ini tidak diseragamkan secara kaku, melainkan memberi ruang adaptasi sesuai kondisi daerah, budaya lokal, dan kesiapan satuan pelaksana di lapangan,” sambung dia.

Dia pun mengusulkan agar pelaksanaan MBG pada bulan Ramadan dilakukan secara fleksibel. Menurutnya, mekanisme distribusi bisa disesuaikan.

“Masukan kami kepada BGN adalah agar pelaksanaan MBG di bulan puasa lebih menekankan prinsip fleksibilitas dan kebermanfaatan nyata. Misalnya, mekanisme distribusi bisa disesuaikan waktunya, apakah menjelang berbuka atau dalam bentuk makanan yang dapat dibawa pulang dengan aman,”

Selain itu, Ashabul meminta agar menu MBG selama Ramadan dirancang secara khusus dan tak sekadar memindahkan menu reguler.

“Terkait menu, kami mendorong agar menu MBG di bulan puasa benar-benar dirancang secara khusus, bukan sekadar menu reguler yang digeser waktunya,” tuturnya.

Dia menekankan menu harus mempertimbangkan ketahanan makanan sekaligus kecukupan gizi.

“Menu sebaiknya berupa makanan yang tahan lebih lama, tidak mudah basi, namun tetap memenuhi standar gizi seimbang, terutama kandungan protein, serat, dan energi yang cukup untuk berbuka atau sahur,” imbuh dia.

Exit mobile version