Kejar Target Pemenuhan MBG, Prabowo Ingin Kualitas dan Keamanan Pangan Terjamin, BGN: Bentuk Tim Akreditasi dan Sertifikasi

Ilustrasi MBG siap disantap oleh anak-anak Indonesia (Instagram @bradio956fm)

Ilustrasi MBG siap disantap oleh anak-anak Indonesia (Instagram @bradio956fm)

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto ingin program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa cepat terpenuhi.

Kendati dikejar target pemenuhan MBG, Prabowo ingin kualitas dan keamanan pangan terpenuhi.

Hal tersebut disampaikan Dadan usai menghadiri taklimat Presiden Prabowo Subianto dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin 2 Februari 2026.

“Pak Presiden menyampaikan bahwa BGN harus tetap bekerja dengan cermat. Target dikejar tapi kualitas dan keamanan harus ditingkatkan,” ujar Dadan.

Kata Dadan, dalam pemenuhan MBG, hingga saat ini sudah ada sebanyak 22.275 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah melayani sekitar 60,7 juta penerima manfaat di berbagai daerah.

“Alhamdulillah hari ini MBG sudah membentuk 22.275 SPPG dan sudah bisa melayani 60.700.000 penerima,” katanya.

Terkait peningkatan kualitas dan keamanan pangan, BGN akan segera membentuk tim akreditasi dan sertifikasi pada tahun 2026.

Langkah ini bertujuan memastikan seluruh SPPG memiliki standar kualifikasi yang baik dan aman.

BGN juga akan melakukan sistem gradasi terhadap SPPG berdasarkan kualitas layanan, mulai dari kategori unggul dengan nilai A, sangat baik dengan nilai B, hingga baik dengan nilai C.

Selain itu, terdapat kemungkinan sejumlah SPPG perlu melakukan perbaikan serius agar dapat terus melanjutkan kegiatannya.

“Nanti akan kita gradasi dan menetapkan mana SPPG yang unggul atau nilai A, kemudian SPPG yang sangat baik atau nilai B, dan juga SPPG yang nilai baik atau C,” jelas Dadan.

BGN menargetkan sepanjang tahun 2026 fokus utama program gizi nasional adalah peningkatan kualitas layanan, keamanan pangan, serta penguatan literasi gizi masyarakat secara berkelanjutan.

Selain peningkatan kualitas layanan, program MBG ke depan juga akan diperkuat dengan edukasi gizi kepada penerima manfaat.

Edukasi tersebut mencakup pemahaman dalam memilih makanan sehat, sehingga intervensi tidak hanya bersifat pemenuhan gizi jangka pendek.

“Penerima manfaat tidak hanya mendapatkan intervensi pemenuhan gizi, tapi juga akan mendapatkan edukasi terkait dengan pemilihan makanan yang sehat,” pungkasnya.

Exit mobile version