Suaranusantara.com- Sejumlah tokoh salah satunya Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro pada Jumat 30 Januari 2026 menyambangi Kertanegara IV, Kebayoran, Jakarta Selatan guna memenuhi undangan Presiden RI Prabowo Subianto.
Siti Zuhro mengatakan dalam pertemuan dengan Prabowo, ada banyak hal yang turut dibahas, salah satunya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Menurutnya, Pilkada haruslah dievaluasi
“Saya yang mengaitkan, bagaimana dengan pilkada. Kita harus evaluasi, pilkada yang dilakukan sejak 2005 itu langsung, gitu saya bilang, 2005 itu langsung sampai 2024 pilkada serentak,” ujarnya dikutip dari YouTube Trijaya FM, Selasa 3 Februari 2026.
Wanita yang akrab disapa Wiwiek ini mengatakan bahwa dampak positif apa yang didapatkan dan dampak negatif apa yang dirasakan dari pilkada langsung itu harus dievaluasi.
“Kalau bagus lanjut, tapi kalau membuat kita terpuruk ya nanti dulu, kan gitu. Maka, alasannya bukan semata-mata (pilkada langsung) mahal, bukan, karena melalui DPRD itu juga pakai uang, masak nggak pakai uang sama sekali,” jelasnya.
Karena itu, kata Wiwiek, soal pilkada ini harus dijelaskan sebaik mungkin sampai ada transfer knowledge.
“Bahwa ini loh kekuatan dari pilkada langsung, kekurangannya ini, dan dampak-dampaknya seperti ini,” ujar Wiwiek yang mengaku duduk di sebelah kiri Prabowo dalam pertemuan 4 jam tersebut.
Demikian pula kalau pilkada melalui DPRD yang aturannya ditambah (adendum), harus diberi penjelasan.
“Sehingga masyarakat sipil tetap berperan penting di dalamnya,” katanya.
Diketahui, sejumlah tokoh yang turut hadir dalam pertemuan di antaranya mantan Kabareskrim Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji, mantan Ketua KPK Abraham Samad, eks Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu.
