Tak cuma Bertemu Trump, Ini Agenda Prabowo Selama di AS

Presiden RI Prabowo Subianto saat bertemu Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu (Instagram @tedskyfriendsofficial)

Presiden RI Prabowo Subianto saat bertemu Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu (Instagram @tedskyfriendsofficial)

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto diketahui saat ini tengah berada di Amerika Serikat (AS). Prabowo tiba di AS pada Selasa 17 Februari 2026.

Sebelumnya, Prabowo bertolak ke AS pada Senin pagi 16 Februari 2026 melalui Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Di AS, nantinya Prabowo akan menghadiri sejumlah agenda di mana salah satunya bertemu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam lawatannya ke AS, Prabowo didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pertemuan dengan Trump, kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Prabowo diagendakan membahas penguatan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat, serta kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi dengan adanya beberapa perundingan serta perjanjian dagang.

“Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah aktif diplomasi langsung Presiden Prabowo untuk meningkatkan rantai ekonomi serta produktivitas industri dalam negeri,” tulis Seskab Teddy, dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Rabu, 18 Februari 2026.

Penandatanganan Kesepakatan Tarif Tak hanya pertemuan bilateral, Kepala Negara juga diagendakan menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Selain di bidang ekonomi, kedatangan Prabowo ke AS juga bertujuan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace) Gaza sebagai wujud diplomasi aktif Indonesia, pada Kamis 19 Februari 2026 bersama dengan sejumlah pemimpin dunia.

Pertemuan itu membahas perkembangan situasi Palestina dan upaya mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang digagas Presiden AS Donald Trump sepenuhnya akan dipandu oleh Piagam PBB.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menekankan, partisipasi Indonesia merupakan wujud komitmen untuk mendorong perdamaian yang adil dan abadi, serta memastikan bahwa mekanisme pelaksanaan Board of Peace bersinergi dan memperkuat upaya yang tengah dilakukan PBB.

“Posisi kami jelas: keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace sepenuhnya dipandu oleh Piagam PBB, visi Solusi Dua Negara, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025),” tegas Sugiono dalam pertemuan itu, dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri RI, Selasa 17 Februari 2026.

Ia menegaskan kembali keyakinan Indonesia terhadap pentingnya sistem multilateral sebagai pilar utama dalam menjaga perdamaian dan menegakkan hukum internasional.

Indonesia berkomitmen menggunakan berbagai platform dan mekanisme multilateral yang ada guna mendorong solusi yang adil dan berkelanjutan bagi perjuangan rakyat Palestina.

Exit mobile version