Harga Minyak Terus Menanjak, Negosiasi AS–Iran Jadi Sorotan Pelaku Pasar

Ilustras Minyak Global (Dok Pixbay)

Ilustras Minyak Global (Dok Pixbay)

Suaranusantara.com- Kenaikan harga minyak dunia pada perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan politik di Timur Tengah. Agenda pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran di Jenewa, Swiss menjadi faktor yang diperhitungkan investor dalam memproyeksikan arah harga energi.

Data yang dihimpun Reuters menunjukkan harga minyak acuan Brent bertengger di kisaran 71,22 dolar AS per barel setelah mencatatkan penguatan harian sekitar 45 sen.

Sementara itu, minyak West Texas Intermediate turut naik menjadi 66,05 dolar AS per barel dengan kenaikan yang relatif sepadan.

Reli harga tersebut terjadi setelah pasar merespons peningkatan aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Langkah itu dipandang sebagai sinyal tekanan terhadap Iran agar bersedia melunak dalam perundingan mengenai isu nuklir dan program persenjataan strategisnya.

Sebelumnya, Brent telah mencetak level tertinggi sejak akhir Juli, sedangkan WTI berada di titik tertinggi sejak awal Agustus.

Pelaku pasar khawatir ketegangan yang berlarut-larut dapat menghambat pasokan minyak dari kawasan produsen utama. Iran, yang merupakan salah satu pemasok terbesar di dalam OPEC, menjadi perhatian utama karena potensi gangguan ekspor dari negara tersebut dapat memicu lonjakan harga lebih lanjut di pasar global.

Meski risiko geopolitik masih membayangi, proses dialog antara kedua negara tetap berjalan. Putaran lanjutan perundingan dijadwalkan berlangsung di Jenewa.

Namun, pandangan analis dari IG Group menyebut peluang tercapainya titik temu masih terbatas, lantaran tuntutan Amerika Serikat terkait penghentian total pengayaan uranium dinilai belum tentu dapat diterima oleh pihak Iran.

Exit mobile version