DPR Tekankan Pengawasan Ketat Program Makan Bergizi Gratis demi Kualitas SDM

Program MBG merupakan program prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram @jejakaktual.id)

Program MBG merupakan program prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram @jejakaktual.id)

Suaranusantara.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mengingatkan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berhenti sebagai kebijakan populis, melainkan benar-benar dirancang sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.

Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu dinilai memiliki potensi besar dalam menekan angka gizi kronis anak. Saat ini, prevalensi gizi kronis di Indonesia masih berada di kisaran 19 persen, atau sekitar 19 dari 100 kelahiran mengalami masalah gizi kronis.

“Agenda peningkatan kualitas gizi anak merupakan langkah penting dan patut didukung. Program intervensi seperti school feeding program telah diterapkan di banyak negara dan terbukti memberi hasil positif,” ujar Said dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/2/2026).

Said menilai, upaya peningkatan kualitas gizi anak merupakan fondasi penting bagi daya saing bangsa.

Ia mencontohkan, berbagai negara telah lebih dulu menerapkan school feeding program sebagai strategi pembangunan manusia yang terintegrasi.

Negara seperti Tiongkok, Jepang, hingga kawasan Skandinavia menjadikan program makan sekolah sebagai bagian dari kebijakan nasional yang berkelanjutan, bukan sekadar respons sesaat terhadap persoalan gizi.

Keberhasilan mereka, kata Said, ditopang oleh sistem distribusi yang rapi, pengawasan ketat, serta perencanaan anggaran yang matang.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya penyempurnaan tata kelola MBG secara konsisten. DPR, melalui fungsi penganggaran dan pengawasan, akan memastikan program tersebut berjalan tepat sasaran, transparan, serta memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka gizi kronis di Indonesia.

Exit mobile version