Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto pada Minggu 8 Maret 2026 menggelar rapat terbatas (ratas) yang berlangsung secara marathon di Hambalang, Bogor, Sentul, Jawa Barat.
Setidaknya ada lima ratas yang digelar Prabowo dari Minggu siang hingga Minggu Sore. Dalam ratas, Prabowo membahas sejumlah hal di antaranya soal geopolitik Timur Tengah hingga kesiapan Lebaran 1447 H.
“Pada Minggu siang sampai malam hari, Presiden Prabowo Subianto menggelar lima rapat berbeda dengan memanggil beberapa menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 8 Maret 2026,” ujar Sekretariat Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya kepada wartawan, Minggu 8 Maret 2026.
Menurut Teddy, dalam sejumlah rapat tersebut, Prabowo meminta laporan terbaru terkait perkembangan sejumlah isu dan agenda strategis pemerintah, baik di dalam negeri maupun dinamika internasional.
Isu pertama yang dibahas ialah perkembangan pembangunan sepuluh kampus baru yang difokuskan pada penguatan Science (Sains), Technology (Teknologi), Engineering (Teknik), dan Mathematics (Matematika) atau STEM.
“Perkembangan pembangunan 10 kampus baru terkait di bidang STEM serta pendidikan kedokteran,” ujar Teddy.
Prabowo juga meminta laporan mengenai upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi negeri agar mampu bersaing di kancah internasional.
Selain itu juga diharapkan dapat memperluas kerja sama dengan universitas top dunia.
Dalam rapat itu, Teddy menyebut Kepala Negara turut membahas perkembangan situasi geopolitik global.
Khususnya, mengenai dinamika di kawasan Timur Tengah yang dinilai memiliki implikasi terhadap kondisi global dan regional.
“Perkembangan situasi di Timur Tengah dihubungkan dengan eskalasi geopolitik di Indonesia,” ucap Teddy.
Topik lain yang juga dibahas dalam rapat ialah perkembangan program pendidikan bagi mahasiswa asal Palestina di Indonesia, khususnya yang menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan.
Menurut Teddy, saat menjadi Menteri Pertahanan, sejak tahun 2022, Prabowo mengundang 20 hingga 40 anak-anak Palestina bersekolah di Indonesia hingga sekarang mencapai hampir 200 mahasiswa dan mahasiswi.
Selain isu pendidikan dan geopolitik, Prabowo juga meminta laporan mengenai kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus mudik Lebaran.
Ia menekankan pemerintah memastikan keamanan dan kelancaran selama musim mudik Lebaran berlangsung.
“Kesiapan keamanan dan kelancaran mudik menjelang 10 hari menuju Hari Raya Idul Fitri,” pungkas Teddy.
Dalam rangkaian rapat tersebut, hadir Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa.
