Tenangkan Masyarakat Soal Stok BBM RI, Bahlil Pastikan Aman di Tengah Konflik Panas Timur Tengah: Impor Tidak Diambil dari Middle East tapi juga Asia Tenggara

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bicara soal stok BBM RI di tengah konflik panas Timur Tengah (Instagram @bahlillahadalia)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bicara soal stok BBM RI di tengah konflik panas Timur Tengah (Instagram @bahlillahadalia)

Suaranusantara.com- Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia angkat bicara soal cadangan atau stok BBM RI di tengah konflik Timur Tengah.

Bahlil mengatakan bahwa cadangan atau stok BBM RI di tengah konflik Timur Tengah, aman. Bahlil mengatakan Indonesia tak hanya impor minyak dari kawasan Timur Tengah, melainkan Asia Tenggara juga yakni Malaysia dan Singapura

Bahkan Bahlil juga memastikan pasokan BBM RI tidak berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz.

Diketahui, kapal-kapal tanker berisikan sumber energi minyak tengah tertahan di Selat Hormuz akibat eskalasi serangan antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran. Akibatnya, pengiriman minyak global jadi terganggu

“Impor kita untuk BBM jadi itu tidak diambil dari Middle East. Kita ambil dari mana? Asia Tenggara. Di mana Asia Tenggara itu? Malaysia dan sebagian dari Singapura. Itu tidak ada urusannya sama Selat Hormuz,” ungkapnya dalam Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM, Rabu 11 Maret 2026.

Terkait stok BBM RI yang disebut 21 hari, Bahlil menjelaskan bahwa perhitungannya bukan dalam 21 hari BBM akan habis. Melainkan, setiap hari akan terus terisi kembali.

Dia menggambarkan tangki minyak ini seperti toren air, ketika minyaknya sudah diambil setiap harinya, akan ada minyak baru yang mengisi kembali toren atau tangki tersebut sesuai dengan kapasitasnya.

“Nah sekarang, yang saya sampaikan itu adalah kapasitas tampung kita. Kapasitas tampung kita itu tidak lebih dari 25 hari. Dan minyak kita yang waktu saya sampaikan itu ada kapasitasnya 23 hari. Tetapi bukan berarti 23 hari ini habis terus ini, bukan itu maksudnya. Itu daya tampungnya. Hari ini 23 hari, ada yang keluar lagi contoh 1 juta kiloliter, ada masuk lagi. Karena produksi kita kan jalan terus,” jelasnya.

Bahlil juga mengibaratkan seperti bak penampungan yang menampung hujan. Jika hujan berhenti, maka air hujan sudah tertampung di dalam bak.

“Dia itu semacam bak. Tahu nggak ada bak? Kalau saya di kampung dulu nggak ada air PAM, ada air bak. Bak itu menampung hujan. Kapasitas mungkin cuma 3 ton. Begitu hujannya tidak ada, airnya ditampung di situ,” tambahnya.

Dia pun kembali menegaskan bukan 21 hari itu habis.
“Jadi jangan dipikir bodoh 21 hari itu minyak kita habis, bukan itu maksudnya,” tegasnya.

Exit mobile version