Operator Transportasi Diminta Tingkatkan Kesiapan di Tengah Cuaca Ekstrem saat Arus Balik

Pengecekan transportasi ditengah arus balik lebaran 2026 (Dok Kemenhub)

Suaranusantara.com – Ancaman cuaca ekstrem diprediksi mewarnai arus balik Lebaran 2026, sehingga pemerintah meminta seluruh operator transportasi meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam memastikan kondisi armada dan awak kendaraan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa keselamatan perjalanan tidak hanya bergantung pada kesiapan kendaraan, tetapi juga kondisi pengemudi dan kru di lapangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan setiap operator, baik perusahaan otobus (PO) maupun jasa penyeberangan, wajib melakukan pengecekan menyeluruh terhadap armada sebelum dioperasikan.

“Selain dari kesiapan armada yang prima, setiap operator juga wajib memastikan awak kendaraan seperti pengemudi dan kru yang bertugas dalam kondisi sehat dan tidak boleh sakit,” ujar Aan dalam keterangannya.

Menurutnya, pengemudi dan kru menjadi faktor kunci dalam menjaga keselamatan, terutama di tengah tingginya volume kendaraan saat puncak arus balik yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Ia menambahkan, sebagian besar kecelakaan lalu lintas terjadi akibat kelalaian pengemudi, seperti kelelahan atau tidak mematuhi aturan.

Di sisi lain, kondisi cuaca juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, disertai angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Jabodetabek, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua.

“Menurut BMKG beberapa hari ke depan bisa terjadi potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa genangan air, longsor, banjir, dan tingginya gelombang air laut. Hal ini menjadi perhatian kita di sektor transportasi untuk lebih waspada dalam menjalankan operasional kendaraan,” katanya.

Exit mobile version