Timor Leste Teken Kerja Sama Pendidikan Maritim dengan Poltekpel Surabaya

Momen Pemerintah Timor Leste melakukan kunjungan kerja ke Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya. (Dok Kemenhub)

Suaranusantara.com – Pemerintah Timor Leste menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor maritim dengan melakukan kunjungan kerja ke Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya.

Kunjungan tersebut dilakukan oleh Administração dos Portos de Timor-Leste (APORTIL) bersama Fundo de Desenvolvimento do Capital Humano (FDCH) pada 9–10 April 2026. Delegasi Timor Leste dipimpin langsung oleh Presiden APORTIL, Leandro de Sena, serta perwakilan FDCH, Atanasio Soares.

Melalui kunjungan ini, Timor Leste ingin mempelajari sistem pendidikan dan pelatihan pelaut yang diterapkan di Indonesia, khususnya di Poltekpel Surabaya. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kapasitas SDM maritim Timor Leste agar mampu bersaing di industri pelayaran global.

Presiden APORTIL, Leandro de Sena, mengatakan peningkatan kualitas pelaut menjadi salah satu prioritas utama negaranya. Menurutnya, tuntutan industri maritim internasional yang semakin kompetitif menuntut pelaut memiliki kompetensi yang tinggi dan berstandar global.

“Kami melihat Poltekpel Surabaya memiliki sistem pendidikan dan fasilitas yang sangat lengkap. Ini menjadi referensi penting bagi kami dalam mengembangkan SDM pelaut yang kompeten dan siap bersaing di tingkat internasional,”ujarnya.

Selama berada di kampus tersebut, delegasi Timor Leste juga meninjau sejumlah fasilitas pembelajaran berbasis praktik yang dimiliki Poltekpel Surabaya. Beberapa fasilitas yang dikunjungi antara lain Full Bridge Simulator 360, GMDSS Simulator, serta Smart Port Simulator yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar mendekati kondisi nyata di lapangan.

Direktur Poltekpel Surabaya, Moejiono, menyambut baik kunjungan tersebut. la menilai kerja sama dengan Timor Leste berpotensi memperkuat peran Indonesia sebagai pusat pendidikan dan pelatihan maritim di kawasan.

Selain peninjauan fasilitas, kedua pihak juga melakukan diskusi mengenai pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan kualitas tenaga pengajar, hingga pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Kerja sama ini diharapkan dapat berkembang menjadi program yang lebih konkret, seperti pelatihan bersama, pertukaran pengetahuan, serta penguatan sistem pendidikan maritim yang adaptif terhadap kebutuhan industri.

Exit mobile version