Temui Putin, Prabowo Konsultasi Soal Geopolitik Dunia: Rusia Punya Peran Positif

Presiden RI Prabowo Subianto konsultasi ke Presiden Rusia, Vladimir Putin terkait kondisi geopolitik saat ini (Instagram @prabowo)

Presiden RI Prabowo Subianto konsultasi ke Presiden Rusia, Vladimir Putin terkait kondisi geopolitik saat ini (Instagram @prabowo)

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan dirinya bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin bukan cuma membahas kerja sama strategis dua negara.

Melainkan juga berkonsultasi ke Putin terkait kondisi geopolitik global saat ini, di mana tengah memanas akibat eskalasi serangan antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.

Kata Prabowo, kondisi geopolitik global mengalami perubahan yang pesat.

“Saya juga datang untuk konsultasi karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat,” ujar Prabowo, dikutip dari YouTube Setpres, Senin 13 April 2026.

Rusia, kata Prabowo memiliki peran positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian.

“Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini,” ujar dia.

Maka dari itu, kata Prabowo, dirinya merasa perlu berkonsultasi dengan Putin terkait bagaimana cara menghadapi situasi ke depan.

Termasuk menjalin kerja sama terutama di bidang ekonomi dan energi.

“Karena itu, kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan. Dan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerja sama terutama di bidang ekonomi dan energi,” imbuh Prabowo.

Adapun, Prabowo dan Putin bertemu secara empat mata selama tiga jam. Dalam pertemuan itu, disepakati sejumlah poin.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan keduanya kepala negara itu sepakat kerja sama di sektor energi dan sumber daya mineral yang menjadi prioritas jangka panjang bagi Indonesia dan Rusia.

“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” ujar Teddy dalam keterangan Setpres, Selasa 14 April 2026.

Selain sektor energi, kedua negara juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama di berbagai bidang lainnya, yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pembangunan nasional

“Keberlanjutan beberapa kerja sama di bidang pendidikan riset teknologi, bidang pertanian, dan bidang investasi di berbagai sektor terutama pembangunan industri di Indonesia,” kata Teddy.

Lebih lanjut, Teddy menekankan bahwa Rusia memiliki posisi yang sangat strategis dalam percaturan global, sehingga kemitraan dengan Indonesia menjadi semakin relevan dan penting.

Pasalnya, Rusia merupakan salah satu negara pemegang hak veto di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pendiri BRICS.

Selain itu, Rusia juga merupakan salah satu kekuatan besar dunia dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar, yang dapat menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam mendorong pembangunan jangka panjang.

Exit mobile version