Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan akan kembali melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Prancis dalam waktu dekat ini.
Diketahui, Prabowo pada pekan kemarin tepatnya 14 April 2026 berkunjung ke Prancis bertemu Presiden Prancis, Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris.
“Rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang akan dilakukan dalam waktu dekat,” ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono saat konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis 23 April 2026.
Kata Sugiono, Prabowo dan Macron memiliki kedekatan hubungan pribadi. Hubungan ini menjadi dasar untuk meningkatkan hubungan bilateral antara dua negara, Indonesia-Prancis.
Pada kunjungan yang akan datang, Prabowo akan membuat peningkatan hubungan kemitraan strategis yang lebih komprehensif.
“Ini sedang dibahas sehingga diharapkan saat itu terjadi nanti cakupan kerja sama yang kita lakukan dengan Prancis juga akan menjadi lebih luas dan lebih strategis.”
Sementara itu, Sugiono juga membeberkan hasil kunjungan Prabowo ke Prancis beberapa waktu lalu saat bertemu empat mata dengan Macron
“Beberapa poin yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini adalah bahwa tentu saja Presiden menyampaikan kepada Presiden Macron, menekankan kembali pentingnya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis,” katanya.
Sugiono pun mengatakan bahwa keduanya juga membahas intensif mengenai peningkatan kerja sama di berbagai bidang industri pertahanan.
“Karena kita ketahui bahwa kita memperoleh ataupun membeli alat-alat pertahanan yang cukup strategis dari Prancis, dan ini juga memiliki turunan bahwa kita harus juga bisa meningkatkan penguasaan teknologi terhadap alat-alat tersebut.”
Kemudian, kata Sugiono, diturunkan di dalam keinginan untuk bekerja sama di bidang pendidikan, khususnya di sektor STEM.
“Sehingga terjadi apa yang disebut satu kerja sama beyond procurement kita tidak hanya sebatas membeli saja, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan penguasaan teknologi dari barang-barang yang kita beli,” ujarnya lagi.
Nantinya pertemuan juga akan membahas sejumlah hal lain mulai dari energi, ekonomi hingga infrastruktur.
“Kemudian pembicaraan juga menyangkut tentu saja, karena ini dirasakan di seluruh dunia, mengenai energi, juga pemanfaatan mineral kritis, pendidikan, dan ekonomi kreatif, infrastruktur dan transportasi,” tandasnya.
