Lestari Moerdijat: Bangun Kepercayaan Publik terkait Pentingnya Imunisasi Dasar Bagi Masa Depan Anak Bangsa

Lestari Moerdijat dorong bahasa Inggris mapel wajib sejak SD

Lestari Moerdijat dorong bahasa Inggris mapel wajib sejak SD

Suaranusantara.com- Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdija mengatakan membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan media untuk meningkatkan kepercayaan publik terkait pentingnya vaksinasi dasar bagi tumbuh kembang setiap anak bangsa.

“Vaksinasi dasar merupakan fondasi bagi tumbuh kembang setiap anak yang merupakan penentu arah masa depan bangsa. Sehingga upaya peningkatan kepercayaan publik terhadap pemberian vaksinasi dasar harus konsisten dilakukan,” kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4).

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memperkirakan hingga April 2026 lebih dari 2 juta anak di Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar atau zero dose.

Kondisi tersebut membuat Indonesia berada dalam posisi rawan Kejadian Luar Biasa (KLB). Satu kasus dalam situasi tertentu berpotensi memicu penyebaran luas, terutama pada komunitas yang tidak terlindungi.

Diakui Lestari, maraknya misinformasi yang kerap dikaitkan isu keamanan dan kehalalan vaksin, membuat masyarakat ragu terhadap program imunisasi yang dilakukan pemerintah.

Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa upaya membangun jaringan komunikasi hingga akar rumput sangat penting, agar masyarakat memahami pentingnya vaksinasi dasar bagi tumbuh kembang anak mereka di masa depan.

Selain itu, tegas Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, perluasan cakupan layanan imunisasi juga secara konsisten harus dilakukan, agar masyarakat yang sudah terbangun pemahamannya tidak kesulitan mengakses vaksinasi dasar.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap dengan kolaborasi yang kuat semua pihak, cakupan imunisasi di Indonesia dapat terus meningkat, sehingga terbangun kekebalan kelompok yang kuat sebagai fondasi mewujudkan generasi penerus bangsa yang sehat dan berdaya saing di masa depan

Exit mobile version