Zulhas: MBG Bukan Sekedar Cari Untung, tapi Menyiapkan Misi Cerdaskan Anak Bangsa

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas bicara soal program MBG (Instagram @zul hasan)

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas bicara soal program MBG (Instagram @zul hasan)

Suaranusantara.com- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan untuk sekedar bisnis mencari keuntungan, melainkan demi mencerdaskan anak-anak bangsa Indonesia melalui perbaikan gizi.

Hal ini disampaikan Zulhas saat ditemui di Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Minggu 26 April 2026.

“Ini tidak hanya bisnis, tidak hanya mencari untung tidak hanya sekedar menyiapkan makanan tetapi ini misi untuk bangsa indonesia program bapak presiden, ini misi anak indonesia yang ingin anak kita sempurna fisik dan kecerdasannya,” ujar Zulhas.

MBG program yang digagas Prabowo bukan sekedar bagi-bagi makanan saja, melainkan memiliki misi untuk menciptakan generasi Indonesia emas di masa depan dan bisa bersaing dengan negara-negara lain.

“Juga cerdas otaknya karena gizi cukup sehingga IQ anak-anak kita bisa 110 ke atas kalau sudah bergizi otak sudah sempurna, maka otak anak-anak kita bisa mengikuti pendidikan secanggih atau seberat apapun sehingga bisa bersaing negara lain,” ujarnya.

Menurut Zulhas, dengan menciptakan generasi cerdas, program MBG juga bertujuan membangun peradaban Indonesia.

Hal tersebut diharapkan menjadi bekal bagi anak Indonesia ke depan agar mampu bersaing secara global.

Karena itu, dia mengharapkan para pelaku usaha dalam MBG, tidak hanya berpikir cari untung. Tapi berpikir untuk masa depan sehingga dalam mengerjakannya juga dengan penuh rasa cinta.

“Ya tentu usaha harus ada untungnya ada lebihnya untuk berkembang itu iya penting tetapi yang lebih penting lagi kita membawa misi untuk anak-anak Indonesia, jadi tolong semua kita kerjakan dengan rasa, tidak sekedar angka-angka, tidak sekedar jumlah anak dan piring tetapi juga rasa cinta tanah air cinta indonesia agar menjadi negara maju,” tuturnya.

Zulhas mengatakan sehebat apapun kurikulum pendidikan yang dibuat oleh pemerintah. Kalau gizi anak tidak tercukupi kemampuannya jadi terbatas.

“Kalau anak-anak kita tidak bergizi dia ngantuk untuk sekolah dia tidak sanggup bersaing dengan negara lain karena kemampuan, kemampuan terbatas karena kurang bergizi,” tutupnya.

Exit mobile version