Bahlil Ungkap Strategi Kurangi Impor LPG, Dorong CNG hingga Bioenergi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (dok instagram Bahlil Lahadalia)

Suaranusantara.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan berbagai langkah strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG).

Menurut Bahlil, konsumsi LPG nasional saat ini mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya berada di kisaran 1,6 hingga 1,7 juta ton. Kondisi tersebut membuat sebagian besar kebutuhan LPG masih harus dipenuhi melalui impor.

Untuk mengatasi hal itu, pemerintah tengah mengkaji pengembangan compressed natural gas (CNG) sebagai salah satu alternatif energi. Opsi ini dinilai berpotensi mendorong kemandirian energi, khususnya dalam mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

“Sekarang lagi masih dalam pembahasan yang tadi saya laporkan adalah kita membuat CNG (compressed natural gas). Tapi ini masih dalam pembahasan. Saya harus finalisasi dan ini salah satu alternatif terbaik untuk kita mendorong agar kemandirian energi kita dari sektor LPG bisa dapat kita lakukan,” ungkap Bahlil usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (27/4/2026).

Selain itu, pemerintah juga menjalankan sejumlah strategi besar untuk menghadapi potensi krisis energi global, salah satunya dengan mengoptimalkan lifting minyak dan gas bumi.

Langkah berikutnya adalah mendorong diversifikasi energi melalui program biodiesel seperti B50, yang dinilai mampu mengurangi ketergantungan impor solar secara signifikan.

Di sisi lain, pemerintah juga mengembangkan bahan bakar berbasis bioetanol, seperti campuran E20 untuk bensin, sebagai bagian dari upaya transisi energi yang lebih berkelanjutan.

Dengan kombinasi upaya menjaga stabilitas pasokan jangka pendek dan transformasi energi jangka panjang, pemerintah menargetkan Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga semakin mandiri dalam menghadapi dinamika energi global.

Exit mobile version