Suaranusantara.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta (Daop 1 Jakarta) mencatat volume angkutan barang mencapai 808.662 ton, selama Triwulan I tahun 2026.
Ini merupakan sebuah capaian yang menegaskan posisi strategisnya dalam rantai distribusi nasional.
Angka tersebut mencerminkan tren positif sekaligus perubahan preferensi pelaku usaha yang mulai beralih ke moda transportasi berbasis rel. Selain efisien, kereta api dinilai mampu menjawab tantangan distribusi dalam skala besar dengan waktu tempuh yang lebih terukur.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan bahwa angkutan barang kereta api semakin diminati karena menawarkan kombinasi antara kapasitas besar dan ketepatan waktu. Keunggulan ini menjadi nilai tambah di tengah kebutuhan logistik yang terus berkembang.
“Kereta api menjadi salah satu solusi utama dalam distribusi logistik karena mampu mengangkut barang dalam jumlah besar secara tepat waktu dan lebih efisien. Selain itu, angkutan barang dengan kereta api juga lebih ramah lingkungan,” ujar Franoto di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Dari total volume tersebut, komoditas petikemas mendominasi dengan capaian 761.073 ton. Besarnya angka ini menunjukkan bahwa distribusi berbasis kontainer masih menjadi tulang punggung logistik di wilayah operasional Daop 1 Jakarta.
Komoditas lainnya turut menyumbang volume angkutan, di antaranya parcel sebesar 18.881 ton, semen 20.240 ton, Barang Hantaran Potongan (BHP) 2.525 ton, serta material pendukung prasarana perkeretaapian seperti rel dan batu ballast sebesar 5.943 ton.
Kinerja ini sekaligus memperkuat tingkat kepercayaan pelanggan terhadap layanan KAI. Aspek keamanan, ketepatan waktu, serta biaya yang kompetitif menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan penggunaan angkutan barang berbasis rel.
Ke depan, KAI Daop 1 Jakarta terus mendorong transformasi logistik menuju sistem yang lebih hijau. Dengan mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan raya, kereta api tidak hanya membantu menekan emisi karbon, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan berkelanjutan.
