Suaranusantara.com- Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa jurusan gizi kini menjadi salah satu yang paling diminati setelah sebelumnya kurang mendapat perhatian pasca adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menjelaskan bahwa meningkatnya minat ini sejalan dengan kebutuhan tenaga ahli gizi yang semakin besar di lapangan.
Dalam program MBG, setiap dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan memiliki tenaga profesional yang bertugas menjaga kualitas serta komposisi makanan.
“Setiap unit membutuhkan setidaknya satu tenaga ahli, belum termasuk tim pendukung lain di bidang pengolahan pangan dan pengawasan kualitas,” kata Dadan.
Ia menilai, kehadiran tenaga ahli gizi menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program tersebut, terutama karena pendekatan yang digunakan berbasis potensi lokal.
Selain itu, Dadan juga melihat program MBG sebagai peluang untuk menghidupkan kembali sektor pendidikan vokasi dan profesi di bidang gizi.
“Keberadaan tenaga ahli gizi menjadi kunci dalam keberhasilan program MBG, terutama karena pendekatan yang digunakan berbasis potensi lokal,” ujarnya.
Menurutnya, dengan kebutuhan tenaga kerja yang terus meningkat, bidang gizi berpotensi menjadi salah satu sektor yang berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan.
