Pemprov Jawa Barat Tanggung Biaya Perawatan dan Santunan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Kang Dedi Mulyadi (KDM) rencana akan turut mengirimkan warga sipil dewasa yang bermasalah (instagram @dedimulyadi71)

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Kang Dedi Mulyadi (KDM) rencana akan turut mengirimkan warga sipil dewasa yang bermasalah (instagram @dedimulyadi71)

Suaranusantara.com- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan respons cepat dan kepedulian terhadap para korban kecelakaan kereta api di Bekasi dengan menanggung biaya perawatan serta memberikan santunan kepada korban dan keluarga terdampak.

Kebijakan ini diumumkan oleh Dedi Mulyadi pada Selasa, 28 April 2026, menyusul kecelakaan kereta yang terjadi sehari sebelumnya, Senin, 27 April 2026 sekitar pukul 20.52 WIB di wilayah Bekasi Timur, Kota Bekasi, yang melibatkan rangkaian KRL Commuter Line dan kereta api jarak jauh, mengakibatkan korban jiwa serta puluhan penumpang mengalami luka-luka.

Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dalam menghadapi musibah ini.

Ia menyatakan bahwa seluruh korban akan mendapatkan perawatan maksimal tanpa harus memikirkan biaya. Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab pemerintah daerah, Dedi Mulyadi menyampaikan komitmennya kepada publik.

“Semua korban kita tanggung biaya pengobatannya sampai sembuh, dan keluarga korban meninggal juga akan mendapatkan santunan,” ujar Dedi Mulyadi

Selain pemerintah daerah, penanganan korban juga melibatkan berbagai pihak, termasuk tim medis, relawan, serta aparat gabungan yang membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan kepada para korban di sejumlah rumah sakit rujukan di Bekasi.

Para korban dalam peristiwa ini terdiri dari penumpang KRL dan kereta api jarak jauh, yang sebagian besar merupakan pekerja dan masyarakat umum yang sedang dalam perjalanan pulang.

Mereka mengalami luka ringan hingga berat, sementara beberapa korban meninggal dunia masih dalam proses identifikasi oleh pihak berwenang.

Exit mobile version