Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung soal seruan ‘kabur aja dan Indonesia Gelap’ yang kerap berseliweran di media sosial.
Hal itu disampaikan Prabowo saat groundbreaking proyek hilirisasi, Kawasan Industri Cilacap, Jawa Tengah, Rabu 29 April 2026.
Mulanya Prabowo menyampaikan bahwa perjalanan bangsa Indonesia merupakan proses panjang dan penuh tantangan, yang ia ibaratkan sebagai ‘long march’ atau perjuangan panjang.
“Jadi saudara-saudara hilirisasi ini adalah hal yang bersejarah. Perjalanan satu bangsa yang saya katakan lama, susah, ibarat ‘long march’. Ini ‘long march’ satu bangsa. ‘Long march’ satu bangsa,” kata Prabowo.
Prabowo berujar, bangsa Indonesia dulu dijajah, diadu domba hingga adanya pemberontakan oleh gerakan-gerakan tertentu.
“Kita dijajah, kita diadu domba, kita diinfiltrasi, dibikin pemberontakan-pemberontakan. DI/TII, Angkatan Perang Ratu Adil, RMS, PGRS-Paraku, PRRI-Permesta terus gerakan ini gerakan itu,” lanjutnya.
Kini Indonesia, terbebas dari penjajahan, bangsa pun sudah mulai hidup secara mandiri. Kendati demikian, Prabowo lantas heran masih adanya narasi negatif seperti ‘Indonesia gelap’ dan ‘kabur saja’.
Prabowo mempersilakan jika ada pihak yang ingin kabur.
“Terus kita dibikin apa lagi? Indonesia gelap. Matanya buram Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur? Kabur aja. Kok kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman ya? Silakan. Mau kabur ke mana?” ucapnya.
Ia mengajak masyarakat, khususnya kalangan intelektual, lebih objektif dalam melihat kondisi global dengan membaca dan memahami perkembangan dunia. Prabowo menyebut Indonesia kini termasuk negara yang dinilai aman di dunia.
“Hei orang-orang pintar, bukalah, bukalah berita ya, lihatlah. Kita ditempatkan sebagai negara yang paling aman di dunia sekarang. Kabur aja deh. Kabur aja biar kita nggak gaduh,” ujarnya.
