Pertumbuhan Ekonomi Naik, DPR Minta Pemerintah Waspadai Gelombang PHK

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Amin Ak (Dok Fraksi PKS)

Suaranusantara.com – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Amin Ak, meminta para menteri ekonomi tetap mewaspadai tekanan yang tengah dirasakan dunia usaha di tengah meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen.

Menurut Amin, pertumbuhan ekonomi memang penting, namun yang lebih utama adalah bagaimana pertumbuhan tersebut benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

“Pertumbuhan ekonomi tentu penting, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana pertumbuhan itu benar-benar dirasakan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan daya beli, dan keberlangsungan usaha,” ujar Amin dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Amin menyoroti peringatan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terkait potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri dalam beberapa bulan ke depan, mulai dari industri tekstil, plastik, elektronik, otomotif, hingga semen.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sepanjang Januari hingga Maret 2026 terdapat sebanyak 8.389 pekerja terkena PHK. Jawa Barat menjadi provinsi dengan angka PHK tertinggi, disusul Jawa Tengah, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.

Menurut Amin, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional masih menghadapi tantangan serius, khususnya di sektor industri dan ketenagakerjaan.

Ia menjelaskan, selain ditopang konsumsi masyarakat, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 juga masih banyak bergantung pada konsumsi pemerintah yang tumbuh sebesar 21,81 persen.

Karena itu, Amin mengingatkan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada sektor produktif dan aktivitas dunia usaha agar pertumbuhan nasional lebih berkelanjutan.

“Stimulus pemerintah memang penting untuk menjaga momentum ekonomi. Tetapi ke depan, penguatan sektor industri dan dunia usaha harus menjadi perhatian utama agar pertumbuhan ekonomi tidak banyak bergantung pada belanja pemerintah,” pungkasnya.

Exit mobile version