Suaranusantara.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Pemerintah Kota Bandung membahas kelanjutan pembangunan Bus Rapid Transit Bandung Basin Metropolitan Area (BRT BBMA) dalam rapat yang digelar di Kantor Wali Kota Bandung, Rabu (13/5/2026).
Ketua Project Implementation Unit (PIU) sekaligus Direktur Angkutan Jalan, Muiz Thohir, mengatakan kehadiran BRT BBMA diharapkan dapat menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransportasi sehari-hari dengan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan mudah diakses.
Ia menegaskan bahwa pembangunan BRT BBMA tidak hanya sebatas pembangunan fisik seperti halte dan koridor, tetapi juga merupakan upaya membangun ekosistem transportasi publik yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan BRT BBMA bukan sekedar pembangunan fisik halte maupun fasilitas koridor, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem transportasi publik yang terhubung dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” kata Muiz di Jakarta, Jumat (15/5).
Muiz menambahkan, keberhasilan implementasi BRT BBMA sangat bergantung pada dukungan dan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaksana proyek, hingga masyarakat sebagai pengguna layanan.
Untuk persiapan operasional yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027, pemerintah telah menyiapkan beberapa lokasi depo, yaitu Depo Leuwipanjang yang mampu menampung 20 unit bus serta Depo Cicaheum dengan kapasitas 59 unit bus.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung terwujudnya sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi melalui BRT BBMA. Ia menyebut sejumlah pekerjaan di lapangan masih terus berjalan.
“Saat ini pekerjaan di Depo Leuwipanjang dan Depo Cicaheum sedang berjalan. Di lapangan memang ditemukan beberapa tantangan seperti angkutan umum yang masih beroperasi di terminal Cicaheum dan juga masih terdapat pedagang di area terminal tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkot Bandung memastikan berbagai kendala tersebut akan segera ditangani agar proses persiapan operasional BRT BBMA dapat berjalan lancar sesuai target yang telah ditetapkan.
