DPR Tanggapi Pernyataan Prabowo Sebut Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar: Dasarnya untuk Menenangkan Masyarakat

Presiden RI Prabowo Subianto singgung soal nilai tukar rupiah melemah (Instagram @sekretariat.kabinet)

Presiden RI Prabowo Subianto singgung soal nilai tukar rupiah melemah (Instagram @sekretariat.kabinet)

Suaranusantara.com- DPR RI menanggapi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyinggung melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, Prabowo mengatakan fluktuasi nilai tukar dolar AS tak perlu terlalu dikhawatirkan oleh masyarakat, khususnya di desa. Sebab, rakyat di desa tidak menggunakan dolar.

Prabowo juga menepis anggapan perekonomian Indonesia yang diramalkan suram lantaran nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan.

“Saya yakin sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar “Indonesia akan collapse, akan chaos”… Orang rakyat di desa enggak pake dolar kok,” kata Prabowo saat peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu 16 Mei 2026.

Anggota Komisi XI DPR RI, Putri Anetta Komarudin menanggapi dengan mengatakan bahwa pernyataan Presiden Prabowo tersebut harus dilihat secara utuh sebagai upaya untuk menjaga kondusivitas dan menenangkan masyarakat.

Ia menekankan bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini sebenarnya masih berada dalam posisi yang kokoh.

“Secara utuh, pernyataan Bapak Presiden pada dasarnya untuk menenangkan masyarakat. Karena dari segi fundamental ekonomi, kita masih sangat kuat dengan tumbuh 5,11 persen (Kuartal I-2024),” ujar Putri kepada wartawan, Senin 18 Mei 2026.

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar ini menilai bahwa pernyataan Presiden bukan sekadar pelipur lara bagi masyarakat, melainkan sebuah sinyal kuat bagi otoritas moneter.

Ia menganggap ucapan Prabowo merupakan “pesan tersirat” agar Bank Indonesia (BI) segera mengambil tindakan nyata.

“Pernyataan beliau justru memberikan pesan tersirat kepada Bank Indonesia untuk segera menstabilkan nilai tukar kita yang sekarang menjadi perhatian masyarakat,” tegasnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Putri mengungkapkan bahwa Komisi XI DPR RI akan segera memanggil Bank Indonesia dalam Rapat Kerja untuk membahas secara khusus mengenai tren pelemahan kurs Rupiah.

Ia mendesak agar BI tidak tinggal diam dan segera meluncurkan instrumen kebijakan yang efektif.

“Hari ini, kami juga akan menindaklanjuti dalam Rapat Kerja Komisi XI bersama Bank Indonesia, yang di antaranya menyoroti terkait pelemahan kurs Rupiah. Untuk itu, kami mendesak Bank Indonesia agar segera melakukan langkah-langkah strategis dalam memperkuat nilai tukar Rupiah,” pungkasnya.

Exit mobile version