Suaranusantara.com- Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan konteks dari pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang mengatakan orang di desa tidak pakai dolar.
Prabowo, sebelumnya mengatakan demikian saat menyinggung soal rupiah melemah kala pidato peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Prabowo mengatakan demikian lantaran rakyat di desa pembayaran tidak menggunakan dolar.
“Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar,” kata Prabowo saat peresmian, Sabtu 16 Mei 2026.
Purbaya mengatakan Prabowo mengatakan demikian maksud hati ingin menghibur rakyat.
“Untuk menghibur rakyat aja di situ. Saya lihat konteksnya di perdesaan waktu kemarin itu, nggak apa-apa ngomong begitu,” kata Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 18 Mei 2026.
Purbaya menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap baik, termasuk dari sisi fiskal dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya juga menepis anggapan sejumlah pihak yang menilai APBN dalam kondisi bermasalah.
“Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus. Besok saya akan jumpa pers masalah APBN. APBN kita yang sebagian majalah ekonomi bilang berantakan. Nggak, kita bagus sekali. Dan mereka nggak ngerti apa yang kita kerjakan,” katanya.
Strategi pemerintah, kata Purbaya, tidak hanya bertumpu pada belanja negara, tetapi juga mendorong keterlibatan sektor swasta bergerak lebih aktif.
Dampak dari strategi itu, katanya, terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama yang mencapai 5,6%.
“Strategi kita bukan hanya belanja pemerintah, tapi kita juga mengaktifkan sektor swasta. Makanya pertumbuhan ekonomi bisa 5,6 (persen) triwulan pertama karena swasta juga mulai bergerak, bukan hanya government saja,” ujarnya.
“Ada yang bilang kan, itu pertumbuhannya rentan gara-gara hanya didukung oleh belanja pemerintah, ada tumbuh 5,6 (persen),” lanjut Purbaya.
Purbaya meminta masyarakat tidak khawatir terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Pemerintah, katanya, terus melakukan berbagai upaya perbaikan ekonomi.
“Jadi jangan khawatir. Kita betul-betul memperbaiki ekonomi dan sudah kelihatan di triwulan keempat dan triwulan pertama tahun ini kita sudah tumbuh semakin cepat dan kita akan jaga terus supaya lebih cepat lagi,” ujarnya.
Purbaya mengatakan pertumbuhan ekonomi 5,6 persen merupakan prestasi dari kebijakan Prabowo.
“Anda ingat, triwulan pertama kita tumbuh 5,6 ketika perekonomian global lagi goncang. Jadi itu suatu prestasi yang luar biasa karena kebijakan Pak Presiden melakukan reformasi betul-betul dilakukan sebelum ada negative shock dari global. Jadi strategi pembangunannya amat baik dari Bapak Presiden,” imbuh Purbaya.
Adapun nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS tembus Rp.17.600. Prabowo mengatakan nilai tukar rupiah masih terkendali, mengingat Purbaya sampai saat ini masih bisa tersenyum.
“Purbaya sekarang populer banget, Purbaya ini. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, nggak usah kalian khawatir itu,” ujar Purbaya, Sabtu 16 Mei 2026.
