Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya mengapresiasi PDI Perjuangan yang memilih berada di luar pemerintah dengan menjadi penyeimbang.
Hal ini disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto saat pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.
Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira menyampaikan terimakasih atas apresiasi yang disampaikan Prabowo.
Andreas mengatakan memang PDI Perjuangan seharusnya berada di luar pemerintahan dengan menjalankan fungsi memberikan kritik positif.
“Ya, terima kasih bahwa Presiden memberikan pujian dan memang seharusnya PDI Perjuangan di luar, ada di luar dan kita selama ini juga menjalankan fungsi sebagai partai politik yang berada di luar pemerintahan dan memberikan kritik-kritik positif,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira kepada wartawan, Rabu 20 Mei 2026.
Kata Andreas, PDI Perjuangan berada di luar kabinet bertujuan untuk memberi masukan terkait pemerintahan Prabowo. Dengan begitu, menurut dia, Prabowo bisa memperbaiki situasi.
“Dalam arti tentu untuk memberikan ee pandangan-pandangan, second opinion, pada pemerintah untuk memperbaiki situasi ini,” ucap dia.
Andreas mengatakan kritik PDIP bukan soal rasa. Dia berharap Prabowo selalu melihat kritik PDIP secara rasional.
“Ya tapi kan beliau juga menyampaikan bahwa banyak hal yang dia perlukan juga dari pandangan-pandangan dari PDI Perjuangan. Ini kan bukan soal, bukan soal rasa gitu, tapi juga bagaimana kita apa, melihat ini secara, ya secara rasional lah bahwa kritik-kritik itu tentu maksudnya baik gitu dan selama ini itu yang kami lakukan gitu,” ujarnya.
Sebelumnya, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada PDI Perjuangan karena posisinya berada di luar pemerintah.
Prabowo menghargai posisi PDI Perjuangan sebagai penyeimbang pemerintahannya.
“Saudara-saudara sekalian, terima kasih atas waktu yang diberikan kepada saya. Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya, sekali lagi terima kasih atas kerja sama kita,” kata Prabowo.
Prabowo kemudian menyadari tidak semua fraksi di DPR bagian dari pemerintahannya. Hanya satu fraksi di DPR yang berada di luar koalisi, yakni PDIP, Prabowo menghargai posisi politik PDIP tersebut.
“Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah, dan saya hormati dan saya hargai itu, demokrasi kita perlu checks and balances. Saya paham dan mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah,” ucapnya.
