Prabowo Gandeng Tangan Megawati Usai Upacara Hari Lahir Pancasila, Hasto Kristiyanto: PDI Perjuangan Merasa Terhormat

Momen mesra Presiden RI Prabowo Subianto gandeng tangan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (Instagram @sekretariat.kabinet)

Momen mesra Presiden RI Prabowo Subianto gandeng tangan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (Instagram @sekretariat.kabinet)

Suaranusantara.com- Momen Hari Lahir Pancasila pada Senin 1 Juni 2026 menciptakan kemesraan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Momen kemesraan itu tercipta usai upacara Hari Lahir Pancasila. Prabowo menggandeng mesra tangan Megawati Soekarnoputri.

Megawati yang digandeng tangannya oleh Prabowo terlihat begitu tersenyum lebar.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan partai merasa terhormat atas perlakukan Prabowo yang menggandeng tangan Megawati.

“PDI-P merasa terhormat dan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila,” ujar Hasto kepada wartawan, Selasa 2 Juni 2026.

Hasto berujar momen Prabowo menggandeng tangan Megawati, mencerminkan semangat gotong royong dan persaudaraan kebangsaan, yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan.

“Kehangatan tersebut menunjukkan semangat gotong royong dan persaudaraan kebangsaan yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa saat ini,” sambungnya.

Hasto mengatakan, hubungan antara Megawati dan Prabowo yang selama ini berjalan baik serta dilandasi komitmen menjaga persatuan nasional.

Selain itu, hubungan keduanya didasarkan pada semangat memperkuat ideologi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dan Ibu Megawati dan Presiden Prabowo sama-sama menunjukkan penghormatan satu sama lain sebagai tokoh bangsa yang memiliki tanggung jawab sejarah terhadap masa depan Indonesia,” kata Hasto.

Lebih lanjut, Hasto menyebut semangat Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan antarkomponen bangsa, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan politik jangka pendek.

Oleh karena itu, hubungan baik antara Prabowo dan Megawati perlu dimaknai sebagai energi positif bagi bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Pancasila mengajarkan kita untuk membangun persatuan dalam keberagaman. Dalam semangat itulah hubungan baik antara Presiden Prabowo dan Ibu Megawati harus dimaknai sebagai energi positif bagi bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan,” pungkas Hasto.

Exit mobile version