Dalam Rangka Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Gelar Festival Kuliner Banten

Festival Kuliner yang diadakan PDI Perjuangan (Instagram @pdiperjuangan)

Festival Kuliner yang diadakan PDI Perjuangan (Instagram @pdiperjuangan)

Suaranusantara.com- Dalam rangka memasuki bulan Bung Karno, PDI Perjuangan menggelar Festival Wisata Kuliner Nusantara, Jumat 12 Juni 2026 di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten tepatnya di halaman Pamulang Square.

Festival Kuliner ini berlangsung selama tiga hari sejak 12 hingga 14 Juni 2026 mendatang.

Acara langsung dibuka oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Acara ini digelar bertujuan membantu masyarakat untuk semakin berdikari di bidang ekonomi dan kebudayaan, terutama di tengah kondisi saat ini.

“Melalui festival ini, kami ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi UMKM untuk berkembang sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat. Inilah bentuk keberpihakan partai kepada wong cilik,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Ade Sumarna dalam keterangannya, Sabtu 13 Juni 2026.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Banten, Wanto Sugito menegaskan,  kegiatan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi partainya yang menghubungkan kader dengan masyarakat secara langsung.

Wanto juga mengatakan kegiatan ini juga sebagai momentum menjunjung tinggi nilai- nilai perjuangan Bung Karno.

“Bulan Bung Karno harus menjadi momentum untuk membumikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno melalui kerja nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap dia.

Sementara, Ketua Panitia Gita Swarantika menjelaskan festival diikuti 135 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Banten yang menampilkan aneka kuliner khas Nusantara serta musik hiburan untuk masyarakat.

“Kami ingin festival ini menjadi ruang promosi bagi UMKM sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap produk dan kuliner lokal,” jelas dia.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengatakan konsep pemenuhan gizi rakyat yang tertuang dalam buku Mustika Rasa karya Presiden pertama RI Soekarno telah merancang kemandirian pangan.

Hal ini disampaiannya saat hadir dalam Festival Wisata Kuliner Nusantara Bulan Bung Karno 2026 di Tangerang Selatan,  Jumat malam 12 Juni 2026.

Karena itu, di tengah tekanan ekonomi yang semakin membebani masyarakat, PDI Perjuangan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama merespons tantangan kedaulatan pangan.

“Buku ini sudah menyajikan konsep matang bagaimana rakyat Indonesia bisa hidup sehat. Sebagai contoh, di halaman 15, untuk keluarga dengan ayah umur 30 tahun dan ibu hamil lima bulan, ayah memerlukan kalori 2.600 per hari, ibu hamil perlu 500 gram beras. Bung Karno sudah menjalankan komitmen agar rakyat Indonesia cukup pangan sebelum ada program MBG,” kata Hasto.

Selain membahas konsep gizi, Hasto juga menyoroti pentingnya kemandirian pangan dan mengingatkan bahaya ketergantungan terhadap pangan impor.

Ia mencontohkan kondisi produksi Jeruk Pontianak yang menurutnya mengalami kemunduran akibat kebijakan tata niaga pada masa Orde Baru.

“Ketika ditanya ini impor atau bukan, lalu dikatakan ini impor. Padahal dulu kita tahu di Pontianak ada Jeruk Pontianak yang luar biasa. Tetapi ketika kekuasaan Orde Baru melakukan tata niaga jeruk yang dimonopoli oleh keluarga presiden, maka matilah Pontianak sebagai pusat produksi jeruk,” cerita Hasto.

Exit mobile version